Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Oknum Guru SMA Negeri Wewewa Selatan SBD Potong Dana PIP 300 Siswa, Satu Siswa Rp100 Ribu

Ratusan siswa yang menerima PIP harus menelan pil pahit ketika diwajibkan melakukan pemotongan sebesar Rp100.000/siswa pasca pencairan dana tersebut.(Dok.Istimewa)

DD merasa heran, ketika oknum guru yang melakukan pemotongan dana PIP itu menjelaskan bahwa uang dipotong sebesar Rp100 ribu merupakan uang administrasi.

Selain biaya administrasi, juga dijelaskan oleh oknum guru itu bahwa pemotongan juga diperuntukan buat guru-guru lainnya yang telah membantu.

DD heran karena dirinya bersama siswa-siswi lainnya selama proses pencairan di Bank BNI menggunakan biaya pribadi atau kendaraan pribadi tanpa adanya fasilitas dari pihak sekolah.

Baca Juga  Anggaran Pendidikan Dalam RAPBN Tahun 2025 Rp722,6 Triliun

“Saya ke Bank dengan teman-teman itu menggunakan kendaraan pribadi tanggung biaya sendiri,” ungkapnya.

Siswa lain yang juga menerima bantuan PIP juga mengeluhkan hal yang sama. Sebut saja, siswi kelas XII dengan inisial YM. Ia membenarkan bahwa ada oknum guru yang telah melakukan pemotongan.

Padahal, kata YM, selama proses pencairan di Bank BNI, dirinya dan teman-teman mengeluarkan biaya sendiri untuk kebutuhan foto copy, bensin dan makan minum.

Baca Juga  DPD Gerindra Usung Tunggal Paslon Dominggus Dama dan Rikhardus Holo Kondo Untuk Pilkada SBD

“Betul, beasiswa saya juga dipotong 100 ribu, padalah kami ke Weetebula itu menggunakan biaya sendiri, makan sendiri, foto copy sendiri. Bahkan saya tidak tahu uang 100 ribu yang dipotong itu arahnya kemana,” kesalnya.

Hingga berita ini ditayangkan, timexntt.id masih berupayan konfirmasi keoada pihak sekolah di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!