Oknum Guru SMA Wewewa Selatan Diperiksa Tipikor Atas Dugaan Pemotongan PIP Siswa; Minta maaf ama
TIMEXNTT – Oknum guru SMA Negeri 1 Wewewa Selatan dengan inisial MDN dipanggil oleh Tipikor Polres Sumba Barat Daya, NTT.
MDN dipanggil buntut dari dugaan pemotongan PIP siswa dan juga pencairan PIP milik siswa yang sudah tamat tanpa pengetahuan siswa yang bersangkutan.
Sedangkan pemanggilan terhadap MDN dilakukan pasca Tipikor Polres Sumba Barat Daya melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Sekolah, Petrus Gono Ate beberapa hari lalu.
MDN sendiri diketahui sebagai seorang guru yang dipercayakan untuk mendampingi siswa-siswi yang hendak menerima bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) tahun 2024.
Ia melakukan perbuatan itu dengan memotong PIP siswa masing-masing Rp100 ribu. Sedangkan siswa yang menerima PIP dikabarkan sebanyak ratusan orang.
MDN sempat membantah tudingan itu, namun dengan berbagai pengakuan dari siswa yang uangnya dipotong, MDN tidak lagi mengelak.
“Bukan hanya saya yang uangnya dipotong 100, semua kami yang terima begitu, uang saya sendiri yang terima di BNI Waitabula, setelah itu saya berikan ke guru, saya sebenarnya terima 1.800 ribu. Potong uang sekolah 200 ribu jadi saya hanya terima 1.500 ribu,” ngaku seorang siswa kala itu.
Saat ini, buntut dari perbuatannya, MDN pun harus berhadap dengan hukum. Ia akan pertanggungjawabkan perbuatan tak terpuji itu di Tipikor Polres Sumba Barat Daya.
Benar saja, MDN telah resmi dipanggil pada Jumat(24/01/2025) oleh Tipikor Polres Sumba Barat Daya. MDN tiba di Polres SBD seorang diri mengenakan pakaian putih pada pukul 10:00 Wita.
Dirinya kemudian diperiksa oleh penyidik Tipikor hingga pukul 15:45 Wita di ruangan Tipikor.
Saat itu dirinya menerima 27 pertanyaan dari Tipikor seputar kasus dugaan pemotongan uang PIP, hinggga membuat dirinya lelah.
Akhirnya, usai dirinya diperiksa MDN enggang berkomentar banyak dalam menjawab pertanyaan dari wartawan.
“Biar sudah adik” ungkapnya singkat.
Ia bahkan sempat mengungkapkan kalau dirinya enggan menjawab karena dirinya suda lelah.
“Minta maaf ama. Saya sudah lelah, capai, lapar setengah mati. Saya mau pulang dulu, tolong saya dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Taufiqurrahman Suyuthi mengakui adanya pemeriksaan terhadap MDN. Ia diperiksa mulai pukul 10:17 hingga pukul 15:45 Wita.
“Ia benar. Dia sudah diperiksa ada sekitar 27 pertanyaan,” ungkapnya.
Sementara soal MDN menyebut pemotongan uang PIP itu atas perintah pimpinannya, hal itu dibantah keras oleh Kepsek.
Sebutnya bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan pemotongan itu.
“Jujur saja tidak ada instruksi atau kesepakatan dari sekolah harus ada pemotongan beasiswa per anak 100 ribu,” ungkapnya kepada wartawan kala itu.***
Tinggalkan Balasan