Oknum Pegawai Dinas Pendidikan SBD Diduga Minta Kain Baju dan Uang: Dia Janji Gedung dan Mes Guru
TIMEXNTT – Sejumlah isu masih saja menerpa pelayanan yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Baru-baru ini, sebuah peristiwa telah mengejutkan masyarakat Sumba Barat Daya, dimana seorang pegawai Dinas Pendidikan ditikam oleh oknum operator yang diketahui sebagai operator Dapodik SDK Ilhaloko Mangganipi, Kodi Utara.
Bukan hanya itu, juga termasuk dugaan penggelumbangan data siswa yang terjadi disejumlah sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Tunas Timur(Yatutim) yang sempat jadi atensi publik.
Pasca beberapa persoalaan tersebut terjadi, kini kembali muncul dugaan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD yang meminta uang dan kain baju di salah satu sekolah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh timexntt.id, Senin(23/06/2025), oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD pernah mendatangai sekolah tersebut sebanyak satu kali.
Di sekolah itu, ia bertemu dengan Kepala Sekolah dan meminta uang Rp2 juta dan 2 lembar kain baju.
“Satu kali. Datang minta uang dan kain baju, uang ini untuk transport ke Kupang,” kata sumber tersebut.
Oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD ini bahkan meminta 2 lembar kain baju yang per lembar seharga Rp500 ribu.
Ia meminta itu pasca pencairan Dana BOS pada tahun 2024 silam. Jadi total harga kain baju adalah Rp1 juta, sehingga jumlah uang dikeluarkan sebanyak Rp3 juta.
“Uang 2 juta baru dia(oknum pegawai Dinas Pendidikan) minta lagi kain baju 2 lembar yang satu lembar harga Rp500 ribu. Pencairan tahun 2024,” katanya lagi.
Oknun pegawai tersebut meminta itu dengan janji bahwa sekolah itu akan mendapat bantuan berupa gedung sekolah dan asrama untuk guru(Mes Guru).
Permintaan dari oknum pegawai ini pun dilayani demi mendapatkan bantuan gedung sekolah dan Mes Guru.
“Waktu dia minta ini uang dengan kain baju, supaya nanti kalau saya(oknum pegawai) pulang dari Kupang, supaya dapat gedung dan mes guru dia bilang begitu,” ungkapnya dalam menirukan janji oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD.
Bukan hanya itu, terendus pula bahwa ada oknum pegawai lain di Dinas Pendidikam dan Kebudayaan SBD yang melakukan belanja kebutuhan sekolah. Seperti, laptop, printer, warles dan komputer.
Disebutnya, bahwa yang belanja barang-barang tersebut adalah oknum pegawai Dinas Pendidikan. Bukan lagi bendahara sekolah atau kepala sekolah.
“Yang belanja ini barang-barang dia(oknum pegawai Dinas Pendidikan SBD), Laptop Rp11,5 juta, Warles Rp6 juta, Komputer Rp7 juta, Printer Rp4,2 juta,” sebutnya lagi.
Hingga berita ini ditayangkan, timexntt.id masih berupaya menelusuri kebenaran informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait.***
Tinggalkan Balasan