Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

PAD di Dua Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Tahun 2024 Mencapai Rp135 Juta Lebih

Dengan pendapatan yang ada, pada tahun 2025 ini, Dinas Pariwisata akan anggarkan untuk perbaikan jaringan air bersih di Danau Waikuri yang saat ini tidak berfungsi alias rusak. Termasuk pengembangan beberapa fasilitas di Pantai Mananga Aba.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pendapat Asli Daerah(PAD) di dua destinasi wisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Danau Waikuri dan Pantai Mananga Aba pada tahun 2024 sebesar Rp135.022.000.

Pendapatan ini sudah mendekati jumlah nominal yang ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pariwisata, yakni Rp160.024.000. Sedangkan pendapatan ini akan menjadi khas daerah.

Sebelumnya, Air Terjun Pabeti Lakera juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Namun, dikarenakan dengan berbagai faktor, Air Terjun Pabeti Lakera di off-kan sementara sejak tahun 2020 silam.

Sehingga, saat ini, hanya Danau Waikuri dan Pantai Mananga Aba yang masih berjalan normal hingga menyumbang penghasilan untuk pembangunan daerah.

Dengan pendapatan yang ada, pada tahun 2025 ini, Dinas Pariwisata akan anggarkan untuk perbaikan jaringan air bersih di Danau Waikuri yang saat ini tidak berfungsi alias rusak. Termasuk pengembangan beberapa fasilitas di Pantai Mananga Aba.

Baca Juga  Mau Datang Nonton Pasola Kodi? Jangan Lupa Mampir di Destinasi Wisata ini...

Selain itu, Dinas Pariwisata juga tidak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur fisik, mereka juga berkomitmen pada tahun 2025 ini akan melakukan pendampingan khusus terhadap warga lokal dengan melatih berbahasa inggris.

Sebab, di Danau Waikuri terdapat satu gedung yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah untuk kursus bahasa Inggris. Dengan begitu, warga lokal akan menjadi guide di destinasi wisata tersebut.

“Apalagi, secara global Sumba ini dikenal sebagai Pulau terindah, jadi Sumba Barat Daya ini tidak boleh ketinggalan. Dengan peningkatan SDM, pendapatan warga lokal akan semakin meningkat dan tentunya juga akan meningkatkan pendapatan daerah,” kata Plt Kadis Pariwisata SBD, Christofel Horo.

Christofel Horo mengatakan, pemerintah kabupaten terus melakukan upaya dalam mengembangkan fasilitas-fasilitas di kedua destinasi wisata ini guna membuat wisatawan domestik maupun mancanegara merasa nyaman ketika mendatangi wilayah tujuan pariwisata tersebut.

Baca Juga  Utusan Presiden Prabowo, Zita Anjani Akan Ajak Verrel dan Fuji Kunjungi Kampung Ratenggaro di Sumba Barat Daya

“Kita dorong terus supaya penguatan-penguatan fasilitas terus dilakukan supaya bisa membuat tetamu kita, baik itu wisatawan domestik dan mancanegara mendapatkan kenyamanan dalam pelayanan,” kata Christofel Horo yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan itu.

Disisi lain, Christofel Horo juga menegaskan, selama ini Pemerintah Kabupaten tetap memberi perhatian terhadap destinasi wisata lainnya.

Ia tidak menafikan bahwa Sumba Barat Daya memiliki banyak potensi wisata untuk diberi perhatian baik dari segi pembangunan dan pengembangan, namun semua tetap mengacu pada kekuatan belanja daerah.

“Membangun pariwisata ini tidak bisa sendiri, bahwa pemerintah sebagai pihak yang memiliki domain secara formal itu ya. Tetapi pemerintah juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak atau kemitraan yang ada,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!