Parah! Dinas Pertanian SBD Keluarkan 2 RAB, Petani Jadi Korban Penipuan
Perubahan RAB ini pun tidak diketahui oleh 5 kelompok yang sudah terlanjur memesan barang dan pompa merk Groundfos. Sedangkan, dari 28 kelompok lainnya diduga belanja barang menggunakan RAB kedua sesuai keinginan pihak dinas.
5 kelompok yang sudah memesan barang sesuai RAB pertama mengecam keras atas tindakan dinas yang telh menjebak mereka. Sebab, mereka merasa tidak mendapatkan keadilan karena tidak menjalakan pekerjaan sesuai keinginan pihak dinas.
Persoalan ini pun yang memicu kemarahan 5 kelompok hingga kembali mendatangi Dinas Pertanian pada 29 Juli 2025. Saat ini, pihak dinas malah berpedoman pada RAB kedua yang diterbitkan, bukan RAB pada saat sosialisasi.
Untuk diketahui, selama proses pengerjaan sumur bor yang dilakukan oleh 5 kelompok yang tidak menggunakan pompa merk Lorentz tidak pernah mendapat teguran atau pencegahan dari pihak dina, PPK dan Inspektorat.
Saat monitoring, kelompok hanya diminta kerja dengan baik dan menggunakan barang sesuai juknis yang ada.
Sayangnya, ketika kelompok sudah menyelesaikan pekerjaan dan air sudah dimanfaatkan, mereka malah dipersulit untuk melakukan pencairan tahap II dan III hingga saat ini.***
Tinggalkan Balasan