Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Parah, Enam Siswa SMA Negeri Wewewa Selatan Dibujuk Dengan Rp50 Ribu untuk Tanda Tangan Demi Pencairan PIP 

Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) kepada sejumlah siswa yang sudah berhasil melakukan pencairan bantuan PIP.(Dok.Istimewa)

Ambrosius menjelaskan, PIP merupakan salah satu pendekatan pemerintah dalam rangka mendukung supaya semua anak Indonesia dapat mengakses pendidikan.

“Nah itu diberikan kepada keluarga yang tidak mampu, saya mengecam keras pemotongan PIP itu apapun alasannya,” tegas Ambrosius ketika dikonfirmasi timexntt.id, Sabtu(21/12/2024) via whatshap.

Baca Juga  Soal Laporan Kehadiran Remigius, Kepsek SDN Gollu Utta Bantah Tudingan Staf Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya

Ia menegaskan, pemotongan terhadap PIP tidak dapat dibenarkan dan tidak bisa dilakukan oleh pihak manapun. Termasuk dari pihak sekolah.

“Sedikitpun tidak boleh dipotong dengan alasan apapun karena itu hak dari penerima. Sangat tidak dibenarkan untuk alasan apapun karena PIP itu diperuntukan keluarga yang tidak mampu. Alasan pemotongan untuk apa? Tidak boleh ada potongan-potongan,” tegasnya.***

Baca Juga  Honor Tenaga Kontrak SBD Tidak Dibayar Satu Bulan, Sekdis Pendidikan Bantah Pernyataan Kabid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ketika saya masih aktif sebagai PNS di dinas P dan K kab. sBD. Saya sebagai kasie tendik bidang pendidikan sekolah dasar terdapat beberapa SD yang ‘memotong’ uang PIP siswa. Keiltika ada orang tua atau wartawan yang mengadukannya ke dinas P dan K melalui bidang SD maka saya memanggil kepala sekolah untuk memintai klarifikasi. Untuk semua oknum kepala sekolah yang terlibat di dalamnya mengakui perbuatannya dan bersedia mengembalikan uang milik siswa tersebut. Dan sebagai bukti saya meminta kuitansi pengembalian kepada siswa yang ditanda tangani siswa mengetahui kepala sekolah dan ketua komite. Pihak siswa pun menerima kekeliruan yang dilakukan guru mereka. Kita berharap tidak terulang lagi. Semoga.

Tutup
error: Content is protected !!