Parah, Enam Siswa SMA Negeri Wewewa Selatan Dibujuk Dengan Rp50 Ribu untuk Tanda Tangan Demi Pencairan PIP
TIMEXNTT – Fakta terbaru terendus dipermukaan publik seusai pengakuan tebaru dari seorang siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) kepada sejumlah siswa yang sudah berhasil melakukan pencairan bantuan PIP.
Bagaimana tidak, oknum guru SMA Negeri 1 Selatan menggunakan berbagai cara demi menggelapkan bantuan PIP dari beberapa siswa yang sudah menjadi alumni di sekolah itu.
Hal itu diakui oleh seorang siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan yang namanya diminta disamarkan dalam lemberitaan ini. Ia mengaku mendapat bujukan dari seorang guru dengan diimingi uang Rp50 ribu untuk datang ke Bank BNI demi melancarkan perbuatannya.
Padahal, siswa itu bukan salah satu calon penerima bantuan PIP. Ia diminta oleh oknum guru untuk tanda tangan administrasi supaya pencairan PIP milik siswa lain yang sudah tamat dapat diproses.
Bukan hanya siswa itu, oknum guru yang mengurus bantuan PIP juga meminta siswa itu untuk mengajak lima siswa lainnya.
“Jujur, saya dengan teman-teman awalnya tidak tahu kenapa ibu suru kami ke Weetebula. Waktu itu sementara ada pertandingan antar kelas. Sebenarnya ibu minta 6 orang, 4 perempuan 2 laki-laki. Tetapi karena kekurangan motor jadi kami 4 orang saja yang jalan. Kami tidak tahu betul, karena ibu bilang nanti dikasi uang bensin jadi kami tergiur sudah,” pengakuan siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan yang namanya diminta untuk disamarkan sebagaimana dikutip dari nttkreatif.com, Senin(23/12/2024).
“Masih ada catnya ibu, Pertama ibu janji 50 ribu, habis tanda tangan dan terimah uang, pas pulang ibu kasi kasi 100 ribu. Saya kenal orang yang saya wakilkan tanda tangan untuk ambil itu uang dibank, dia suda tamat. Tapi karena ibu bilang itu anak masih ada tunggakan jadi saya ikut saja. Kami 4 orang siswa itu lakukan hal yang sama, itu anak-anak yang sudah lulus yang punya nama dapat beasiswa,” tambahnya lagi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo mengecam keras atas perbuatan oknum guru SMA Negeri 1 Wewewa Selatan yang diduga telah melakukan pemotongan dana PIP.
Ambrosius menjelaskan, PIP merupakan salah satu pendekatan pemerintah dalam rangka mendukung supaya semua anak Indonesia dapat mengakses pendidikan.
“Nah itu diberikan kepada keluarga yang tidak mampu, saya mengecam keras pemotongan PIP itu apapun alasannya,” tegas Ambrosius ketika dikonfirmasi timexntt.id, Sabtu(21/12/2024) via whatshap.
Ia menegaskan, pemotongan terhadap PIP tidak dapat dibenarkan dan tidak bisa dilakukan oleh pihak manapun. Termasuk dari pihak sekolah.
“Sedikitpun tidak boleh dipotong dengan alasan apapun karena itu hak dari penerima. Sangat tidak dibenarkan untuk alasan apapun karena PIP itu diperuntukan keluarga yang tidak mampu. Alasan pemotongan untuk apa? Tidak boleh ada potongan-potongan,” tegasnya.***
1 Komentar
Ketika saya masih aktif sebagai PNS di dinas P dan K kab. sBD. Saya sebagai kasie tendik bidang pendidikan sekolah dasar terdapat beberapa SD yang ‘memotong’ uang PIP siswa. Keiltika ada orang tua atau wartawan yang mengadukannya ke dinas P dan K melalui bidang SD maka saya memanggil kepala sekolah untuk memintai klarifikasi. Untuk semua oknum kepala sekolah yang terlibat di dalamnya mengakui perbuatannya dan bersedia mengembalikan uang milik siswa tersebut. Dan sebagai bukti saya meminta kuitansi pengembalian kepada siswa yang ditanda tangani siswa mengetahui kepala sekolah dan ketua komite. Pihak siswa pun menerima kekeliruan yang dilakukan guru mereka. Kita berharap tidak terulang lagi. Semoga.