Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pasar Waimangura Jadi Pilot Project Untuk Membayar Retribusi Pasar Secara Online

Pemerintan Kabupaten Sumba Barat Daya menjadikan Pasar Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat sebagai pilot project dalam menerapkan pembayaran retribusi secara online atau E-Retribusi.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintan Kabupaten Sumba Barat Daya menjadikan Pasar Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat sebagai pilot project dalam menerapkan pembayaran retribusi secara online atau E-Retribusi.

Pembayaran retribusi Pasar Waimangura secara online dapat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau melalui aplikasi mobile Bank NTT.

Proses pembayaran dengan cara E-Retribusi ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan sistem pemungutan retribusi pasar.

Selain itu, juga dinilai akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) dan juga dapat meningkatkan efesiensi dan efektivitas pemungutan restribusi daerah dengan menggunakan teknologi.

“Untuk mendukung pengolahan retribusi pasar maka perlu ditingkatkan pelayanan dan sistem pemungutan retribusi melalui digitalisasi. Jadi sekarang bapak mama, kita akan melakukan pembayaran secara online, sudah ada alat, sehingga seluruh pembayaran retribusi langsung ke khas daerah tidak ke mana-mana lagi,” kata Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla sebelum louncing pembayaran retribus pasar secara online di Pasar Waimangura.

Baca Juga  Profil Ratu Wulla Talu Perempuan Pertama Calon Bupati SBD Periode 2024-2029, Prestasinya Gemilang

Menurutnya, keberadaan pasar di Sumba Barat Daya, khususnya pasar mingguan Waimangura merupakan salah satu pasar penghasil restribusi sebagai bagian penerimaan daerah yang sah.

Selain itu, juga menjadi salah satu indikator kegiatan ekonomi masyarakat disuatu wilayah.

Melalui aktivitas pasar yang hidup ini dan terus meningkat pertumbuhan ekonominya, Bupati Ratu menyakini akan memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dengan melihat kondisi yang kurang memadai, Pemerintah Sumba Barat Daya berupaya dalam menata keberadaan pasar rakyat agar menjadi tempat yang baik serta sebagai tempat transaksi jual beli yang nyaman baik untuk pedagang maupun pembeli.

“Jadi bapak mama, kondisi pasar ini belum memadai, kita lihat ada sampah, banjir, di dalam juga penataan los-los pasar, bale-bale semua belum memadai. Bapak mama tidak nyaman berjualan di dalam, sehingga Pemerintah hadir untuk menata pasar agar bapak mama nyaman dan bisa didukung melalui retribusi,” katanya lagi.

Baca Juga  Terungkap Kronologi Sementara Soal Mayat Warga Desa Weekura yang Ditemukan di Lahan Kebun: Motif Belum Diketahui

Lebih lanjut, Bupati Ratu menuturkan, Pemerintah akan terus berupaya dalam menyediakan fasilitas yang memadai serta diharapkan pelaku pasar untuk bersama-sama menciptakan pasar rakyat sebagai tempat transaksi yang baik.

Menurutnya, pembenahan fasilitas pasar juga perlu diikuti dengan pembenahan penataan barang dagangan agar lorong pasar terbebas dan nyaman dilalui.

Kedepannya, Pasar Waimangura akan segera direvitalisasi. Setelah proses revitalisasi lokasi pasar, diharapkan lebih banyak warga yang merasa nyaman berbelanja tanpa merasa risih karena plataran pasar yang becek dan kumuh.

“Pasar juga bisa menjadi tempat pertemuan atau bersilaraturahmi. Banyak orang datang, banyak juga uang yang berputar, kalau orang pemalas datang di sini bapak mama, kita mau dapat uang dari mana? Sehingga kita upayakan menata untuk memberikan kenyamanan di sini,” ungkap Bupati Ratu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!