Paslon Ratu Angga Sering Dihujat, Masyarakat SBD Balas Dengan Menyulap Galatama Jadi Lautan Manusia
TIMEXNTT – Mengejutkan adalah kata yang tepat terhadap kesetiaan masyarakat kecil Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) dalam membalas berbagai stigma buruk terhadap calon pemimpin idaman mereka.
Adalah Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka. Mereka merupakan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2024-2029.
Sejak menyatakan sikap untuk berkompetisi dalam perhelatan Pilkada SBD, tidak sedikit isu miring yang selalu mewarnai proses perjuangan mereka dalam melakukan safari politik diberbagai desa yang berada di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Hebatnya, paslon Ratu Angga hanya menanggapinya dengan santai tanpa merasa terganggu. Tentunya, keinginan menjadi pemimpin yang hendak memiliki niat baik untuk sebuah daerah akan dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Sejatinya, attitude paslon Ratu Angga dalam merespon segala bentuk hujatan patut diacungkan jempol. Mereka bisa dinilai sebagai calon pemimpin yang rendah hati dan berani.
Hal itu pun seiring yang dituliskan oleh Fuchan Yuan. Menurutnya, Ada tiga hal penting dalam kepemimpinan, kerendahan hati, kejelasan, dan keberanian.
Paslon Ratu Angga tampak rendah hati dalam melalui proses politik yang sedang berlangsung. Mereka menyadari bahwasannya, kerendahan hati merupakan inti dari kepemimpinan yang efektif dalam berpolitik.
Paslon Ratu Angga juga memahami bahwa kepemimpinan yang sejati bukanlah tentang tampil sempurna, tetapi lebih kepada membina lingkungan kolaboratif di mana berbagai perspektif dihargai.
Banyak pihak yang tak menyadari bahwa calon pemimpin yang menganut kerendahan hati dapat merubah keadaan. Bahkan, akan semakin menumbuhkan rasa kepercayaan yang lebih serta menciptakan komunikasi secara terbuka.
Selain itu, paslon Ratu Angga memiliki kemampuan untuk kemampuan atau keberanian dalam menghadapi tantangan. Kehadiran mereka dalam perhelatan Pilkada SBD telah menghadirkan beragam prespektif yang berharga.
Mereka juga terbilang mampu dalam menginspirasi, mempengaruhi, dan membawa perubahan pola pikir yang positif di berbagai tempat.
Untuk itu, paslon Ratu Angga kembali dituntut menjadi mandiri dalam segala hal. Tahu menentukan skala prioritas dan mengambil inisiatif tanpa bergantung pada orang lain.
Dengan begitu, kemandirian yang mereka miliki memungkinkan untuk membuat keputusan dengan percaya diri dan beradaptasi dengan cepat terhadap keadaan yang berubah.
Selain itu juga memungkinkan mereka untuk menginspirasi dan memberdayakan orang lain dengan memberikan contoh seperti tekad kuat dalam menghadapi tantangan apapun.
MASYARAKAT SBD SULAP LAPANGAN GALATAMA JADI LAUTAN MANUSIA
Hitung hari lagi, perhelatan Pilkada SBD akan segera dihelat. Namun, ada hal menarik lainnya yang mengejutkan datang dari akar rumput.
Bagaimana tidak, masyarakat Sumba Barat Daya malah membuktikan bahwa berbagai stigma buruk yang ditimpal oleh calon pemimpin mereka hanyalah bentuk sirik dari pihak lain.
Sejak ditetapkan oleh KPU SBD sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati hingga mengantongi nomor urut 1, pasangan Ratu Angga malah dibanjiri dukungan dari akar rumput.
Mereka sudah mendapat pengakuan bahwa layak memimpin Kabupaten Sumba Barat Daya untuk 5 tahun ke depan.
Kesetian masyarakat kecil dalam memenangkan paslon Ratu Angga sudah nampak sejak awal mereka memutuskan untuk berdampingan sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati.
Bukan hanya berawal disitu, berbagai bentuk dukungan juga tampak ketika Ratu Angga melakukan safari politik disejumlah titik yang menyebar di 11 Kecamatan. Dukungan itu juga bahkan datang relawan perempuan dan anak muda.
Walau sudah mendapat pengakuan itu, paslon Ratu Angga tetap saja mendapat hujatan. Mereka kembali menerima berbagai stigma buruk.
Kendati begitu, masyarakat kecil pun mulai menunjukan kesetiaan mereka dalam memenangkan Ratu Angga pada tanggal 27 November 2024.
Mereka membuktikan itu dengan menyulap lapangan Galatama di pusat Kota Tambolaka menjadi lautan manusia.
Tentunya, ini sebagai wujud amarah masyarakat kecil dalam menunjukan kesetiaan serta kepedulian mereka dalam memilih calon pemimpin idaman tanpa dijajah.
Lautan manusia itu bergemuruh dan menyuarakan kemenangan terhadap Paslon Ratu Angga dalam kampanye akbar, Senin(11/11/2024) kemarin.
Dengan begitu, kerendahan hati dan keberanian Ratu Angga dalam melalui proses politik di Sumba Barat Daya dapat dijadikan teladan yang baik untuk generasi berikutnya.
Demikian catatan redaksi dalam menyikapi dinamiki politik yang masih menjadi atensi masyafakat Sumba Barat Daya saat ini. Catatan ini tidak tersirat makna dalam menyudutkan pihak manapun. Pembaca bisa berkomentar dan berpendapat lain. Semoga bermanfaat.***
Tinggalkan Balasan