Pasola Kodi Segera Digelar, Heribertus Pastikan Penyediaan Stand Untuk Pedagang Lokal
STORINTT – Masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya masyarakat adat di wilayah Kodi, tidak lama lagi akan menggelar atraksi pasola.
Untuk diketahui, ritual adat perang berkuda yang saklar ini dilakukan hanya sekali dalam setahun.
Penampilan ksatria yang saling melempar lembing dari atas kuda yang dipacu kencang itu memantik wisatawan untuk datang menyaksikan secara langsung.
Tentunya, ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pecinta budaya Pasola Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Lalu seperti apa persiapan Pemerintah Sumba Barat Daya melalui Dinas Pariwisata menyongsong atraksi pasola tersebut?
Dihubungi, Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya Heribertus Dara Hakalolu mengatakan, pemerintah bersama rato adat baru melakukan penetapan jadwal pasola yang akan diselenggarakan di 3 kecamatan yang berada di wilayah Kodi.
Menurutnya, pada bulan Februari akan digelar Homba Kalayo, Kecamatan Kodi Bangedo. Bondo Kawango, Kecamatan Kodi. Dan Rara Winyo, Kecamatan Kodi.
Kemudian, pada bulan Maret di Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo. Waiha, Kecamatan Kodi Blaghar dan Wainyapu, Kecamatan Kodi Blaghar.
Heribertus menuturkan, demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak. Termasuk TNI POLRI.
“Lapangan yang hendak digunakan itu akan segera ditatah. Kita juga masih melakukan rapat lanjutan lintas sektor dalam membahas berbagai hal teknis. Termasuk juga soal kemanan dan kenyamanan, itu menjadi hal yang sangat penting,” kata Heribertus, Jumat(23/01/2026) ketika dihubungi via telefon whatshap.
Disisi lain, Heribertus tidak menutup kemungkinan untuk menyediakan stand bagi pedagang lokal.
Menurutnya, pasola ini juga membawa keuntungan bagi pedagang lokal. Sehingga, pemerintah hadir untuk memfasilitasi dalam menyediakan tempat dagangan mereka.
“Tentunya menguntungkan bagi pedagang lokal kita. Jadi, untuk sementara kami pastikan ada 3 stand yang bisa disiapkan. Nantinya, bisa menjual air kelapa, es kelapa, kain tenun dan kerajinan-kerjinan tangan lainnya. Nanti kita pertemuan lagi, kalau memang tempat memungkinkan kita bisa perbanyak stand,” tambah Heribertus.
Selain itu, Heribertus juga mengajak pengunjung yang hendak berdatangan menonton pasola untuk mengunjungi berbagai potensi alam yang berada di Sumba Barat Daya.***
Tinggalkan Balasan