Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pelaku Pencuri Ternak Ditembak Oleh Polisi di Sumba Barat Hingga Tewas: JT Sempat Menyerang Polisi

Rian Marviriks Storintt.id
Polisi sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun diabaikan oleh JT yang berupaya melarikan diri. 

STORINTT – Seorang warga berinisial JT ditembak oleh polisi hingga tewas. Tindakan tersebut memicu aksi protes dari ratusan massa. Mereka menggotong jasad JT menuju Polres Sumba Barat untuk meminta penjelasan dari pihak kepolisian.

Di Polres Sumba Barat, suasana mulai tidak kondusif karena ratusan massa tidak berhasil bertemu Kapolres. Akhirnya, berbagai bentuk aksi protes pun memicu ketegangan di depan Polres Sumba Barat.

Namun, gerakan ratusan massa berhasil dibubarkan secara paksa oleh Polres Sumba Barat setelah melepas tembakan gas air mata.

Dikutip dari tribratanewsntt, JT disebut sebagai salah pelaku pencurian ternak dengan kekerasan. Dalam operasi penangkapan, tiga orang tersangka berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya tewas tertembak usai berusaha menyerang petugas menggunakan parang.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menegaskan, langkah hukum yang diambil merupakan bentuk ketegasan polisi demi mengembalikan rasa aman masyarakat.

Menurutnya, Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intensif terhadap tiga Laporan Polisi (LP) terkait aksi pencurian ternak yang kerap disertai kekerasan sejak 2022 hingga 2026.

Pada 21 Februari 2026 aksi pencurian dan kekerasan terjadi di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah. Para pelaku membacok DDH dan BR.

Dampaknya, DDH dan BR mengalami dua luka robek di belakang kepala sepanjang 6 cm dan 8 cm hingga mengenai tulang, serta luka sabetan parang memanjang di punggung sepanjang 48 cm.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni ASBL (46), KY (35), dan YKM. Sebagai barang bukti, petugas menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian yang ditemukan di rumah tersangka ASBL dan kini diamankan di Polsek Loli.

Aksi penyergapan dimulai pada Selasa (15/9/2026). Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser berhasil mencokok tersangka ASBL dan KY. Berdasarkan hasil interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap tersangka YKM.

Pengembangan dilanjutkan untuk mengincar pelaku lain berinisial JT (39). Pihaknya mendatangi kediaman JT di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli. Namun saat hendak ditangkap, JT merespons agresif dengan mengayunkan parang ke arah petugas.

Polisi sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun diabaikan oleh JT yang berupaya melarikan diri.

Demi melumpuhkan pelaku, petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki. Namun, di saat bersamaan JT terjatuh, sehingga peluru mengenai bahu kanan. Petugas langsung membawa JT ke RSK Lende Moripa Waikabubak untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

​”Kami meminta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan. Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak Kepolisian,” pungkas Kombes Pol Henry Novika Chandra.***

Tutup
error: Content is protected !!