Pelayanan Rumah Sakit Karitas Weetebula Dinilai Buruk Hingga Menyebabkan Pasien Meninggal Dunia
TIMEXNTT – Pelayanan Rumah Sakit Karitas Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya kembali mendapat sorotan lantaran pelayanan dinilai buruk hingga menyebabkan pasien meninggal dunia.
Pihak Rumah Sakit Weetebula lebih mengutamakan biaya administrasi dibandingkan penanganan demi keselamatan pasien yang mengalami kecelakaan berat.
Kendati keluarga belum bisa membayar biaya perawatan sebesar Rp2,5 juta, pihak Rumah Sakit Karitas melantarkan pasien tanpa melakukan penanganan serius.
Diketahui, pasien tersebut bernama Emeliana Ngongo. Ia merupakan warga warga Desa Wee Wella, Kecamatan Kodi Utara yang mengalami kecelakaan.
Emeliana yang dikabarkan telah meninggal dunia, mengalami kecelakaan sekira pukul 15.00 waktu setempat. Ia kemudian harus dirujuk ke Rumah Sakit Karitas Weetebula karena kondisi yang parah.
Sayangnya, setibanya di Rumah Sakit Weetebula, korban malah tidak mendapat penanganan serius karena belum bisa menyetor uang sebesar Rp2,5 juta. Ia dibiarkan begitu saja.
“Namun karena keluarga belum memiliki dana, mereka diarahkan untuk mengurus surat keterangan kecelakaan dari pihak kepolisian. Setelah surat dari polisi kami bawa kembali ke rumah sakit,” kata seorang keluarga korban, Titus Kura, Rabu(04/06/2025).
Meski sudah menyerahkan surat dari pihak Kepolisian, pihak Rumah Sakit Karitas Weetebula tetap saja membiarkan pasien tanpa melakukan penanganan hingga dinihari tadi.
Dengan lambannya penanganan ini, korban harus kehilangan nyawa. Dengan begitu, pihak keluarga pun pertanyakan moto Rumah Sakit Karitas Weetebula.
Keluarga merasa kecewa dan menialai pelayanan Rumah Sakit Karitas Weetebula sangat buruk karena lebih membutuhkan uang dibandingkan keselamatan pasien.
“Setelah korban dinyatakan meninggal, pihak rumah sakit justru meminta maaf kepada keluarga. Bahkan saat jenazah akan dipulangkan, pihak keluarga mengaku masih harus membayar Rp2 juta lagi,” katanya lagi.
Rumah Sakit Karitas Weetebula Minta Maaf
Pasca mendapat sorotan dan menjadi perbincangan hangat publik, pihak rumah sakit pun meminta maaf atas pelayanan mereka yang dinilai buruk.
Permintaan maaf ini disampaikan secara langsung oleh Direktur RS Karitas Weetebula, dr. Didik Hadi Santosa.
Ia mempersalahkan oknum pegawainya yang lalai dalam menjalankan tugas dan lebih mengutamakan biaya tanpa memperhatikan keselamatan pasien.
Namun demikian, Dr.Didik menerangkan, pihaknya telah melakukan tindakan awal dengan memasang infus dan oksigen terhadap korban.
Akan tetapi, ia tetap mengakui bahwa terjadi kelalaian pada penanganan lanjutan yang dilakukan pihaknya.
“Itu kelalaian. Petugas kami tidak memahami prosedur yang seharusnya. Padahal pasien sudah melapor ke polisi dan mendapatkan surat untuk penjaminan asuransi kecelakaan melalui BPJS,” katanya.
Dengan persoalan ini, Dr.Didik menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat Sumba Barat Daya.
Terkait dengan oknum petugas yang bertindak di luar prosedur, pihak RS Karitas berjanji akan memberikan pembinaan serta mengevaluasi pelayanan internal mereka.
“Kami sudah klarifikasi ke keluarga dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Masalah ini sudah selesai dengan pihak keluarga,” tambahnya.***
Tinggalkan Balasan