Pemerintah Sumba Barat Daya Mendorong Pengusulan Kampung Manola Sebagai Cagar Budaya
Menurutnya, ketiga unsur itu yang membentuk identitas, nilai, dan praktik kehidupan orang sumba. Melalui festival ini, disebutnya lagi, akan melakukan banyak hal penting. Diantaranya, menghidupkan kembali ritual adat peresmian rumah adat.
Mengadakan diskusi publik dengan para tokoh adat, arsitek, dan akademisi untuk memperkuat pengetahuan lokal. Menyelenggarakan workshop pewarna alam krersama warlami untuk memperkuat tradisi tenun. Menampilkan tari, musik, dan pertunjukan seni tradisional.
Menyajikan pangan lokal sebagai wujud kemandirian dan kearifan sumba. Menyuguhkan pameran foto yang merekam kerja kolektif dan semangat pemulihan masyarakat manola.
“Keseluruhan rangkaian ini adalah langkah terpadu untuk memulihkan warisan budaya takbenda, menghidupkan ruang komunitas, dan meneguhkan komitmen kita terhadap pelestarian tradisi,” tambahnya.***
Tinggalkan Balasan