Pemilik Tanah di Desa Susu Wendewa Desak Polres Sumba Barat Tangkap Pelaku Penyerangan
“Kami dari Kabisu Muritana mau pergi pasang pagar batas tanah kami. Begitu kami mau masuk lokasi, kami langsung disergap dengan batu, kita tidak tahu dari suku mana karena hampir kebanyakan orang dari luar(orang dari luar Mamboro), mereka maki mai kami, hanya beberapa orang Mamboro yang sempat kami kenal,” kata Yulius, Sabtu(10/10/2025).
Yulius merasa terkejut ketika mendapat serangan dari sekelompok orang yang tidak dikenalinya. Menurutnya, tanah yang hendak dipagari oleh Suku Muritana dipastikan bukan tanah bermasalah. Hal itu pun yang membuat pihak suku Muritana untuk memagari tapal batas tanah tersebut.
Meski mendapat serangan, Yulius mengaku bahwa pihaknya tidak melakukan perlawanan. Mereka menghindar untuk menyelamatkan diri. Ia menyebut kurang lebih puluhan orang tidak dikenal melakukan pengejaran dan menghujani batu ali-ali ke arah keluarga Suku Muritana.
“Jadi karena kami tidak ada niat untuk berperang, akhirnya kami memilih untuk mundur. Dengan serangan yang bertubi-tubi dan dengan jumlah yang banyak, kami lari sudah. Karena persiapan kami hanya linggis, parang kerja(parang ullu karet),” katanya lagi.
Tinggalkan Balasan