Pemilik Tanah di Desa Susu Wendewa Desak Polres Sumba Barat Tangkap Pelaku Penyerangan
Lebih lanjut, Yulius mengakui bahwa keluarga Suku Muritana tidak pernah mengundang pihak kepolisian untuk hadir saat pemasangan batas tanah.
Yulius kembali menegaskan bahwa tanah yang dipasang pagar bukan tanah bermasalah, sehingga tidak melibatkan kepolisian. Ia juga merasa heran, ketika kejadian, polisi tiba-tiba hadir.
Namun demikian, ia juga mengapresiasi kehadiran pihak kepolisian, sehingga konflik yang terjadi bisa diredam.
“Ya sepengetahuan kami polisi tahu sehingga pada saat kejadian polisi langsung ada. Sedangkan kegiatan kami, kami tidak pernah informasikan bahwa kami pergi pasang pagar, tapi pada saat kegiatan polisi langsung ada, langsung mengamankan ini yang luka, langsung bawa ke rumah sakit dan di Polsek Mamboro untuk mengambil keterangan,” ucapnya.
Kasus penyerangan ini sudah dilaporkan di Polres Sumba Barat. Yulius meminta supaya polisi dapat memberikan keadilan serta mengungkap dalang dari penyerangan tersebut. Ia menduga bahwa ada pihak lain yang sengaja mengundang massa dari luar Mamboro untuk menyerang keluarga Suku Muritana.
Hingga berita ini ditayangkan, Kasat Reskrim Polres Sumba Barat yang dihubungi wartawan media ini belum memberi konfirmasi.***
Tinggalkan Balasan