Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pengakuan Siswi SMA Manda Elu SBD yang Diduga Kercunan Menu MBG

Puluhan siswa-siswi SMA Manda Elu, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya yang diduga keracunan karena menu Makan Bergizi Gratis(MBG), Selasa(11/11/2025).(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Puluhan siswa-siswi SMA Manda Elu, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya diduga keracunan karena menu Makan Bergizi Gratis(MBG), Selasa(11/11/2025).

Untuk diketahui, siswa-siswi yang diduga keracunan menu MBG ini konsumsi makanan tersebut pada Senin(10/11/2015) siang kemarin.

Mereka baru merasakan mual, sakit perut, muntah dan pusing pagi tadi ketika berada di lingkungan sekolah.

Seorang siswi kelas X SMA Manda Elu, Nadia Umbu Nyapi mengaku, dirinya mengalami rasa mual, pusing dan sakit perut setelah konsumsi MBG di sekolah pada Senin 11 November 2025. Ia bersama siswan lainnya mengkonsumsi MBG tersebut sekitar pukul 01.00.

Baca Juga  Aktivasi Coretax di Kantor Pajak Waikabubak Masih Bisa Dilakukan Setelah 31 Desember 2025

Menurutnya, dalam makanan itu, ada beberapa menu makanan yang dihidangkan, diantaranya, wortel, buncis, labu jepang, ayam pedaging(bumbu kuning), dan buah pisang mas. Saat konsumsi menu makanan itu, disebutnya daging ayam sudah basi.

“Kemarin kami makan, jam 1 siang di sekolah,” kata Nadia.

Nadia baru merasakan muntah-muntah, sakit perut dan pusing ketika pulang rumah tepatnya pada pukul 01.00 dini hari tadi.

Saat itu, masih kata Nadia, dirinya keluar-masuk toilet untuk buang air besar. Namun, rasa lemas, dan pusing tetap dirasakannya.

Nadia juga mengakui, bahwa ketika berada di rumah, dirinya bersama keluarga konsumsi makanan seperti biasa. Sehingga ia menduga mengalami sakit perut karena daging ayam basi.

Baca Juga  Puluhan Siswa SMA di SBD Diduga Keracunan Menu MBG, SPPG Dapur Mandiri Minta Maaf

“Tadi malam kami makan seperti biasa saja. Tidak ada lauk apa pun selain sayur. Karena saya masih rasa aman, saya pergi sekolah sudah tadi pagi. Dan sampai sekolah, saat mau masuk kelas, banyak teman-teman sudah yang muntah, pingsan, mual, sakit perut dan sakit perut. Saya juga mengalami. Akhirnya ibu guru bawa kami semua di rumah sakit,” ucapnya.

Setelah mendapat penanganan dari tim media rumah sakit Karitas Weetebula, dirinya mulai sedikit membaik, meski masih merasa pusing dan lemas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!