Pengelolaan Anggaran BUMDes Rp190 Juta di Desa Kalembuweri Disorot: Biaya Operasional Rp12 Juta Lenyap Ditangan Ketua
“Saat itu kan, saya berharap supaya anggaran yang dicairkan benar-benar diketahui oleh semua pengurus, tapi waktu pencairan, Pak Ketua langsung simpan uang itu dalam tas dan pulang. Dan tidak ada lagi komunikasi. Saya saja sebagai bendahara BUMDes hanya dibutuhkan saat itu saja. Mulai dari proses belanja, itu Pak Ketua saja yang tahu. Kami yang lain terkesan hanya sebagai formalitas saja,” kata Richardus.
Selain itu, Ketua BUMDes melakukan belanja bahan kandang dan ayam petelur juga tidak melibatkan seluruh pengurus, termasuk bendaharan yang punya tanggung jawab penuh dalam pengunaan anggaran. Hal itu memicu banyak dugaan bahwa ketua BUMDes menggunakan anggaran tidak sesuai dalam perencanaan.
Seluruh kuitansi penggunaan anggaran hanya diketahui oleh ketua BUMDes. Tidak ada keterbukaan informasi terhadap seluruh pengurus. Sehingga, pada saat Ricardus mendapat pesan whatshap untuk bertemu dengan ketua BUMDes, dirinya tidak lagi mengindahkan.
Sebab, bagi Ricardus, dirinya bukan dilantik untuk menandatangani laporan yang selama ini tidak pernah diketahui. Apalagi, saat ini BUMDes Kalembuweri mendapat sorotan banyak pihak.