Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pengurus Dekranasda SBD Periode 2025-2030 Dilantik, Pemda: Majulah produk-produk asli Sumba Barat Daya

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla melalui Asisten I, Christofel Horo mengatakan, pengurus Dekranasda SBD yang baru saja dilantik diharapkan mengambil peran sebagai orang yang mempercepat perubahan di wilayah ini.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pengurus Dekranasda Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2025-2030 resmi dilantik oleh mantan Bupati, Markus Dairo Talu, Rabu(26/03/2025) di Lopo Rumah Jabatan Bupati.

Hadirnya kepengurusan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Sumba Barat Daya demi memajukan produk-produk lokal asli daerah ini.

Untuk itu, pengurus yang baru saja dilantik diharapkan dapat memajukan Dekransada SBD serta dapat memberikan manfaat dalam memberdayakan pengrajin dan pelestarian budaya bangsa melalui hasil produk-produk unggulan daerah.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla melalui Asisten I, Christofel Horo mengatakan, pengurus Dekranasda SBD yang baru saja dilantik diharapkan mengambil peran sebagai orang yang mempercepat perubahan di wilayah ini.

Baca Juga  Ratu Wulla Launcing PKG di Puskesmas Waimangura, 4 Puskesmas Belum Konek Dengan Data SATUSEHAT Kemenkes

“Lahirnya upaya sebagai pihak yang memberi perhatian dan memperjuangkan kepentingan pengusaha kecil, pengrajin bahkan seniman dengan semangat kewiraswastaan dalam meningkatkan potensi daerah dan menghasilkan produk yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Christofel dalam membacakan sambutan Bupati Sumba Barat Daya.

Saat ini, kata Christofel, pemerintah daerah sedang konsen dalam meningkatkan kesejatheraan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha termasuk industri kecil dan menengah demi terwujudnya pemerataan pendapatan, meciptakan usaha baru serta pelastarian budaya bangsa.

Baca Juga  Proposal Mata We'e Likku Desa Karuni Sudah Ditangan Kementerian PU RI, Bengini Besaran Permohonan Anggarannya

Oleh karena itu, Dekranasda SBD perlu melakukan terobosan baru dan inovasi untuk memajukan dan mengembangkan kerajinan daerah agar lebih produktif.

Dengan demikian, Christofel meyakini, kerajinan dari Sumba Barat Daya dapat menjadi primadona baik ditingkat regional, nasional bahkan bisa menjadi produk di pemasaran Internasional.

“Produk lokal dapat memperkuat dan meningkatkan potensi pengrajin lokal yang ada di daerah. Untuk itu, dibutuhkan supaya bersinergi dan berintregrasi dengan pemerintah maupun dengan mitra agar dapat mengikuti perkembangan pasar global,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!