Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan

Menurutnya, oknum tersebut melakukan pengrusakan menggunakan linggis. Padahal pekerjaan tersebut belum diselesaikan. Yohanes menyebut tindakan itu sudah menghalangi proses pekerjaan rabat jalan.

Yohanes menjelaskan, pengerjaan rabat jalan desa itu melibatkan masyarakat. Bahkan, disebutnya tukang dan tenaga buruh adalah masyarakat yang berada di dusun tersebut.

Baca Juga  Profil Ketua PA GMNI SBD, Ternyata Seorang Anak Petani yang Sukses Sebagai PNS di SBD NTT

Dengan adanya pengrusakan itu, ia merasa heran. Sebab, selama proses pengerjaan mendapat apresiasi karena telah memudahkan akses menuju beberapa kampung tersebut.

“Yang kerja masyarakat itu sendiri. Saya heran setelah mendapat kiriman video terjadi pengrusakan. Rabat jalan itu dicungkil akai linggis. Saya dapat informasi itu dari media sosial (facebook). Makanya saya kaget kenapa ada tindakan itu lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Terungkap Kronologi Sementara Soal Mayat Warga Desa Weekura yang Ditemukan di Lahan Kebun: Motif Belum Diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!