Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan
Dengan adanya pengrusakan itu, ia merasa heran. Sebab, selama proses pengerjaan mendapat apresiasi karena telah memudahkan akses menuju beberapa kampung tersebut.
“Yang kerja masyarakat itu sendiri. Saya heran setelah mendapat kiriman video terjadi pengrusakan. Rabat jalan itu dicungkil akai linggis. Saya dapat informasi itu dari media sosial (facebook). Makanya saya kaget kenapa ada tindakan itu lagi,” ungkapnya.
Terkait soal hok, Yohanes tidak berniat melakukan penggelapan. Namun, dengan adanya pengrusakan pekerjaan rabat jalan menjadi kendala untuk memberikan hok tersebut kepada tukang maupun tenaga buruh lainnya. Apalagi uang baru dicairkan setelah adanya tindakan tak terpuji itu.
“Soal rabat itu saya bijak. Uang belum cair. Tapi karena peduli dengan akses jalan ke beberapa kampung di dusun itu saya bijak untuk kerjakan. Saya dituduh tidak mau bayarkan hok. Padahal uang baru cair. Saya baru jabat 4 bulan. Saya heran ada tindakan itu sementara selama pekerjaan berlangsung masyarakat di dusun itu senang ko, karena memudahkan mereka,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan