Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan
Menurutnya, oknum tersebut melakukan pengrusakan menggunakan linggis. Padahal pekerjaan tersebut belum diselesaikan. Yohanes menyebut tindakan itu sudah menghalangi proses pekerjaan rabat jalan.
Yohanes menjelaskan, pengerjaan rabat jalan desa itu melibatkan masyarakat. Bahkan, disebutnya tukang dan tenaga buruh adalah masyarakat yang berada di dusun tersebut.
Dengan adanya pengrusakan itu, ia merasa heran. Sebab, selama proses pengerjaan mendapat apresiasi karena telah memudahkan akses menuju beberapa kampung tersebut.
“Yang kerja masyarakat itu sendiri. Saya heran setelah mendapat kiriman video terjadi pengrusakan. Rabat jalan itu dicungkil akai linggis. Saya dapat informasi itu dari media sosial (facebook). Makanya saya kaget kenapa ada tindakan itu lagi,” ungkapnya.
Tinggalkan Balasan