Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan

Dengan adanya pengrusakan itu, ia merasa heran. Sebab, selama proses pengerjaan mendapat apresiasi karena telah memudahkan akses menuju beberapa kampung tersebut.

“Yang kerja masyarakat itu sendiri. Saya heran setelah mendapat kiriman video terjadi pengrusakan. Rabat jalan itu dicungkil akai linggis. Saya dapat informasi itu dari media sosial (facebook). Makanya saya kaget kenapa ada tindakan itu lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  SMP Negeri 7 Wewewa Tengah Kini Punya Gedung Baru

Terkait soal hok, Yohanes tidak berniat melakukan penggelapan. Namun, dengan adanya pengrusakan pekerjaan rabat jalan menjadi kendala untuk memberikan hok tersebut kepada tukang maupun tenaga buruh lainnya. Apalagi uang baru dicairkan setelah adanya tindakan tak terpuji itu.

“Soal rabat itu saya bijak. Uang belum cair. Tapi karena peduli dengan akses jalan ke beberapa kampung di dusun itu saya bijak untuk kerjakan. Saya dituduh tidak mau bayarkan hok. Padahal uang baru cair. Saya baru jabat 4 bulan. Saya heran ada tindakan itu sementara selama pekerjaan berlangsung masyarakat di dusun itu senang ko, karena memudahkan mereka,” ujarnya.

Baca Juga  Begini Kata Pemilik Toko Yunior SBD Soal Karyawan yang Meninggal Karena Diduga Dihantam Benda Tumpul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!