Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan
Terkait soal hok, Yohanes tidak berniat melakukan penggelapan. Namun, dengan adanya pengrusakan pekerjaan rabat jalan menjadi kendala untuk memberikan hok tersebut kepada tukang maupun tenaga buruh lainnya. Apalagi uang baru dicairkan setelah adanya tindakan tak terpuji itu.
“Soal rabat itu saya bijak. Uang belum cair. Tapi karena peduli dengan akses jalan ke beberapa kampung di dusun itu saya bijak untuk kerjakan. Saya dituduh tidak mau bayarkan hok. Padahal uang baru cair. Saya baru jabat 4 bulan. Saya heran ada tindakan itu sementara selama pekerjaan berlangsung masyarakat di dusun itu senang ko, karena memudahkan mereka,” ujarnya.
Disisi lain, walau sudah polisikan beberapa oknum masyarakat, Yohanes tidak menutup peluang untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kalau mengakui salah dan mau minta maaf, mari kita selesaikan secara kekeluargaan. Apalagi saya pernah mediasi di tingkat desa dslam memberi pemahaman untuk diselesaikan tapi yang bersangkutan tidak menerima. Ya sudah saya laporkan tindakan pengrusakan itu supaya diproses hukum,” tuturnya.***
Tinggalkan Balasan