Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penyediaan Bahan Baku MBG di SBD Masih Sangat Kurang

Rian Marviriks Storintt.id
Namun demikian, ketersedian bahan baku di Pulau Sumba pada umumnya, khususnya di Sumba Barat Daya disebut belum mampu melayani dapur SPPG yang ada.(Dokpri Rian Marviriks)

Menurutnya, dengan keterbatasan stok itu, pengadaan bahan baku terpaksa diadakan dari luar daerah dan tetap mengedepankan kualitas sesuai SOP.

Dari segi kualitas, ia mencontohkan semangka yang di tanam di wilayah wewewa tidak terlalu manis. Bahkan, terdapat banyak biji. Sehingga tidak bisa dipaksakan untuk dikonsumsi.

Sedangkan buncis, disebutnya sudah ada beberapa kelompok tani di Sumba Barat Daya yang menjamin kualitasnya. Ia mengingatkan supaya bahan baku yang hendak dijual dapat dipertahankan kualitasnya.

Baca Juga  Partai Besutan Prabowo Dukung Paket Rakyat, Tanggapi Usungan Tunggal DPD Gerindra NTT, Adam Mone; Itu urusan DPP

“Semangka itukan tidak boleh ada biji, merah yang bagus, manis. Semangka yang di kita ini kan belum yang kualitasnya seperti itu. Dan juga wortel di kita sini kecil-kecil berserat lagi, buncis beberapa sudah bagus, cuma terkadang juga sudah ada yang tua dicampur ketika dijual di dapur kami, itu tidak boleh karena itu rentan sekali, kadang ada ulatnya, makanya tidak boleh,” kata dia.

Baca Juga  TKD Tahun 2026 Sumba Barat Daya Terkena Pemangkasan Rp215 Miliar, Termasuk Dana Desa Rp19 Miliar

Dengan kehadiran dapur MBG ini, Adam berharap supaya masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut.

“Tidak semua kita terimah. Kalau kualitasnya tidak sesuai standar, kita tolak. Dengan pelayanan terhadap ribuan ini tentunya kita penuh kehati-hatian dan kita pastikan sesuai SOP. Tapi selama ini ada yang datang jual dari jauh-jauh mau tidak mau kita beli, meski kita tidak manfaatkan sebagai menu makanan,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!