Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sebut Kebutuhan Dapur MBG Tersedia di Petani
TIMEXNTT – Penyuluh pertanian di Kecamatan Wewewa Barat menangkap peluang dalam memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Diketahui, program Makan Bergizi Gratis(MBG) ini merupakan program besutan Presiden Prabowo Subianto dalam menekan masalah gizi buruk di kalangan anak sekolah.
Tentunya, kehadiran program MBG ini menjadi peluang bagi masyarakat petani dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Pasalnya, beberapa kebutuhan tersebut merupakan hasil pertanian.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla juga pernah menegaskan bahwa bertujuan untuk meningkatnya pendapat ekonomi masyarakat.
Menurutnya, perputaran ekonomi di masyarakat lokal dapat terjadi apabila seluruh kebutuhan dapur MBG diadakan dengan memanfaatkan tanaman-tanaman horti di kelompok tani. ia mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat Daya untuk terus menanam sayur-sayuran demi memenuhi kebutuhan MBG.
Menurutnya, perputaran ekonomi di masyarakat lokal dapat terjadi apabila seluruh kebutuhan dapur MBG diadakan dengan memanfaatkan tanaman-tanaman horti di kelompok tani.
“Kita mau semua kebutuhan dari MBG ini harus dari usaha kelompok tidak boleh ambil dari luar daerah. Kita minta nanti semua kebutuhan harus ambil dari kelompok tani, kalau ada yang ambil dari luar daerah saya rekomendasikan kepada Badan Gisi Nasional untuk ditutup,” tegasnya kala itu.
Untuk itu, guna memenuhi kebutuhan dapur SPPG di Sumba Barat Daya, penyuluh pertanian di Wewewa Barat giat melakukan pendampingan terhadap kelompok tani untuk menanam tanaman horti, seperti buncis, wortel dan lain-lain. Berbagai upaya terus dilakukan dalam memotivasi petani untuk menanam horti.
“Kami 3 bulan lalu sudah lakukan kerja sama dengan MBG yang tangani oleh Pak Adam Mone. Awalnya berjalan baik, semua kebutuhan dihadirkan oleh petani karena harga sesuai kesepakatan. Tetapi mungkin karena akhir-akhir ini sedikit menurun, jadi mereka mungkin bangun relasi dengan teman-teman petani lain juga,” kata Koordinator BPP Kecamatan Wewewa Barat, Daniel Malo Umbu Pati, Jumat(03/10/2025) ketika ditemui seusai pindah tanam bibit cabai di kelompok tani Persada, Desa Kabali Dana.
Menurutnya, untuk kebutuhan buncis, disebutnya ada 3 desa di Wewewa Barat yang siap menyediakan kebutuhan dapur SPPG.
Desa-desa tersebut diantaranya, Desa Waimangura, Kabali Dana dan Lua Koba. Ketiga desa tersebut dinilainya mempunya tanaman buncis yang siap di disitribusi.
Untuk itu, ia berharap supaya dapur SPPG dapat membeli buncis hasil tanam kelompok tani di Wewewa Barat.
“Tetapi petani kami selalu siap, contoh untuk buncis, 3 desa ini, Waimangura, Kabali Dana dan Lua Koba buncisnya bagus. Kami berharap SPPG yang hadir di Sumba Barat Daya ini bisa datang di Wewewa Barat untuk membeli. Karena petani-petani sudah handal,” ujarnya.***
Tinggalkan Balasan