Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate

Kegiatan temu teknis ini disebut bertujuan untuk memotivasi masyarakat Desa Wali Ate dalam melakukan kegiatan-kegiatan di kelompok tani. (Dokpri Rian Marviriks)

Pemerintah desa dinilainya mendukung karena mempunyai program pemberdayaan masyarakat lewat kegiatan demplot hortikultura.

Daniel menjelaskan, kehadiran penyuluh pertanian hanya sebatas melakukan dampingan teknis.

Mereka hanya mendampingi mulai dari proses persemaian, pengolahan lahan, perawatan hingga masa panen dan pemasaran. Termasuk sosialisasi yang sedang dilakukan.

Baca Juga  Dalam Setahun 2 Kali Terjadi Keracunan Diduga Karena Menu MBG, Bupati Ratu Wulla Ingatkan SPPG

Sehingga intervensi anggaran hanya dilakukan oleh pemerintah desa setempat guna kelancaran program demplot hortikultura tersebut.

“Tugas kami hanya sebatas mendampingi saja. Tidak ada bantuan dalam bentuk apapun. Kami hanya damoingi bagaimana cara menanam, benih apa yang dipilih. Kami mendampingi dari persemaian, pengolahan lahan, perawatan sampai panen dan pemasaran itu saja. Ini sebenarnya program desa karena desa yang anggarkan,” jelas Daniel.

Baca Juga  DPRD SBD Minta Inspektorat Audit JUT Kabali Dana Webar Yang Menelan Anggaran Rp300 Juta

Sejumlah petani yang berada disetiap desa menanam hortikultura dengan bervariasi. Ada yang memilih menanam tomat, cabe, kol, pitsai, kankung, wortel dan beberapa jenis sayur-sayuran lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!