Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate

Kegiatan temu teknis ini disebut bertujuan untuk memotivasi masyarakat Desa Wali Ate dalam melakukan kegiatan-kegiatan di kelompok tani. (Dokpri Rian Marviriks)

Tanaman hortikultura yang direkomendasikan itu dinilai lebih layak ditanam oleh petani di wilayah Kecamatan Wewewa Barat.

“Beberapa desa yang kami dampingi sudah berhasil. Desa Sangu Ate tanaman sudah bunga, di Desa Waimangura juga sudah bunga,” sebut Daniel.

Kendati demikian, terdapat beberapa petani horti lainnya meminta menanam tanaman lain seperti kentang. Namun tidak bisa direkomendasikan karena kondisi iklim di Kecamatan Wewewa Barat yang tidak mendukung.

Baca Juga  Alex Rangga Pija Mengaku Taat Terhadap Parpol; Belum ada yang kantongi SK, jangan omon-omon saja

Selain itu, ada juga ada yang menanam bawang. Diantaranya, beberapa kelompok tani di Desa Kalaki Kambe dan Desa Kabali Dana.

Sedangkan untuk luas lahan, Daniel menyebut akan disesuaikan dengan permintaan petani.

“Kami sesuaikan lahan yang disediakan oleh masyarakat. Kalau banyak ya kami suruh tanam banyak,” tuturnya.

Baca Juga  Sekdis Pendidikan SBD Sebut Sekretariat Tak Punya Kewenangan Mengurus Tunjangan Guru

Daniel mengakui bahwa semangat petani di Wewewa Barat dalam menanam horti sangatlah tinggi. Dengan semangat itu, Daniel memimpikan supaya Kecamatan Wewewa Barat menjad sentra hortikultura.

Akan tetapi, hal itu bisa terwujud apabilai mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!