Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sosialisasi Kegiatan Demplot Hortikultura di Desa Wali Ate
Selain itu, ada juga ada yang menanam bawang. Diantaranya, beberapa kelompok tani di Desa Kalaki Kambe dan Desa Kabali Dana.
Sedangkan untuk luas lahan, Daniel menyebut akan disesuaikan dengan permintaan petani.
“Kami sesuaikan lahan yang disediakan oleh masyarakat. Kalau banyak ya kami suruh tanam banyak,” tuturnya.
Daniel mengakui bahwa semangat petani di Wewewa Barat dalam menanam horti sangatlah tinggi. Dengan semangat itu, Daniel memimpikan supaya Kecamatan Wewewa Barat menjad sentra hortikultura.
Akan tetapi, hal itu bisa terwujud apabilai mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah desa.
Selama proses pendampingan penyuluh pertanian, Daniel menambahkan, petani hortikulturan mengeluhkan soal kekurangan air. Pasalnya, air merupakan kebutuhan utama untuk memanen hasil yang memuaskan.
“Tetapi dengan adanya dampingan dalam memotivasi mereka(petani-red), mereka tetap semangat walau banyak keterbatasan. Misalnya, di Desa Kabali Dana itu rata-rata beli air tangki. Tapi tetap semangat dan sudah merasakan hasilnya,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, penyuluh pertanian Kecamatan Wewewa Barat akan melanjutkan sosialisasi demplot hortikultura setelah peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.***
Tinggalkan Balasan