Perjuangan Ratu Wulla Menembus Kegelapan Membawa Cahaya Di Pelosok Desa
STORINTT – Bukan hanya sekedar berjanji di atas panggung politik untuk mendapatkan rasa empatik dari sekelompok warga tak mampu. Di balik terangnya lentera modern di pelosok desa hari ini, ada kisah perjuangan gigih dari seorang perempuan hebat yang menolak membiarkan rakyatnya terus hidup dalam kegelapan.
Tersirat pesan kalau ia tak mau membuat janji kepada rakyatnya hanya di atas kertas, sebab mereka butuh anak-anak mereka bisa belajar di malam hari tanpa mata perih karena asap minyak tanah.
Dia adalah Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Dirinya telah membuktikan beberapa janji kampanye ketika masih bersafari politik dari desa ke desa. Ratu Wulla tidak sendiri, ia didampingi oleh seorang putra terbaik daerah ini, Dominikus Alphawan Rangga Kaka.
Kala itu, salah satu janji mereka yang memantik dan menembus dalam hati nurani masyarakat yang kemudian mengantarkan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya adalah tentang “membangun desa” melalui salah satu prioritas, yakni program bantuan meteran listrik dan membuka jaringan listrik hingga pelosok desa.
Hingga saat ini, tercatat kurang lebih ribuan masyarakat di daerah ini sudah merasakan cahaya listrik pada malam hari. Tentunya, keberhasilan mereka selama setahun ini patut di acungkan jempol.
Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, menekan saklar dan melihat lampu menyala adalah hal yang biasa bagi mereka atau hanya sekerlip rutinitas yang nyaris tak dipikirkan. Mereka tentunya mengharapkan sentuhan lain, bukan lagi cahaya listrik.
Namun, bagi ribuan warga di desa-desa terpencil, listrik adalah impian yang butuh waktu puluhan tahun untuk terwujud. Di tangan Ratu Wulla, semua mimpi itu seakan sangat mudah untuk diwujudkan, yang walau pun masih ada yang merindukan hal yang sama.
Ratu Wulla tidak gegabah, ia penuh kehati-hatian dalam menyalurkan bantuan meteran listrik. Hal itu untuk memastikan bahwa bantuan itu bisa dimanfaatkan. Ia menyalurkan bantuan itu kepada warga yang sudah mempunyai jaringan listrik, tetapi tidak berarti yang belum ada jaringan listrik, ia terlantarkan begitu saja.
Langkah itu, Ratu Wulla sudah memulainya sejak dilantik pada Februari tahun 2025. Namun, saat pertama kali menjalankan tanggung jawab sebagai “orangtua” di bumi marapu ini, ia dihadapkan dengan berbagai tantangan, termasuk kritikan-kritikan dari berbagai kelompok orang. Akan tetapi, tak sedikit pun menghentikan langkah kakinya.
Sadar, bahwa ketika hanya duduk di balik meja tidak akan bisa menyelesaikan masalah, ia kemudian memilih untuk keluar dari zona aman itu hanya untuk “pasang badan” demi menyelamatkan warganya yang bertahun-tahun masih terisolasi. Ia berangkat, lobi dan data adalah senjata ampuhnya dalam mendatangkan miliaran rupiah di tengah-tengah efisiensi anggaran.
Setelah hampir setengah tahun perjuangan tanpa henti, momen bersejarah itu tiba. Ratu Wulla berhasil menembus kegelapan. Ia hadir dan membawa cahaya itu di tengah-tengah masyarakat di pelosok desa.
Kini, rantai isolasi listrik pelan-pelan mulai putus melalui kegigihan Ratu Wulla yang tak pernah kenal menyerah pada keterbatasan. Malam itu, yang biasa sunyi dan mencekam, berubah menjadi riang gembira. Sorak-sorai masyarakat pun terdengar. Bahkan, air mata haru pecah dalam suasana yang penuh kebahagiaan itu.
“Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, dan atas restu kita semua, saya Bupati Sumba Barat Daya dan teman-teman dari PLN Sumba Jaya dengan secara resmi menyalakan listrik di Desa Rada Loko. Semoga ini menjadi berkat dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Desa Rada Loko. Tuhan memberkati kita semua,” kata Bupati Ratu Wulla ketika saklar utama dinyalakan dan disambut riang gembira oleh masyarakat.
Pada tahun 2026 ini, Ratu Wulla, kemudian kembali mengayunkan langkah kaki ke arah yang lebih jauh. Ia berjuang dan menembus kegelapan hanya untuk membawa cahaya kepada warganya yang hidup dalam kegelapan selama ini. Saat ini, kurang lebih masih tercatat 41 ribu Kepala Keluarga masih merindukan cahaya itu.
Baginya, pekerjaan itu bukan hal mudah, namun ia sangat percaya dan yakin kalau doa-doa warga yang berharap di atas pundaknya dapat membantu dalam mewujudkan semua harap dan ingin itu.
Beberapa hari kemarin, pihak PLN sudah melakukan survei lokasi untuk pembangunan infrastruktur listrik. Ada 5 hektar yang disiapkan pemerintah guna memastikan keandalan pasokan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Ratu Wulla, terus melakukan upaya dalam mengalokasikan anggaran untuk menjawab kerinduan masyarakat yang selama ini masih terisolasi listrik. Pada tahun ini, ada ribuan meteran listrik yang akan kembali disalurkan.***