Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pernah Membeli Sepeda Motor, Kelompok Tani Persada Kabali Dana Kembali Tanam Cabai

Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya. (Dokpri Rian Marviriks)

Lebih lanjut, Markus menuturkan, keterbatasan itu juga merupakan hal yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya.

Kendati mempunyai keterbatasan, Markus telah membuktikan bahwa pada tahun sebelumnya sudah membeli sepeda motor hasil dari tanaman cabai.

Baca Juga  Kelompok Tani Persada Kabali Dana Pindah Tanam Bibit Cabai, Koordinator: Bukti Pendampingan Penyuluh Pertanian

“Sejak saya mulai tanam horti, saya hanya modalkan air tangki dengan harga yang sangat mahal. Tapi, tidak ada pilihan lain lagi. Saya sangat termotivasi, walau banyak keterbatasan, beberapa tahun lalu saya sudah membeli motor nul kilometer,” katanya lagi.

Sebagai ketua kelompok, Markus menunjukan teladan kepada seluruh anggota supaya tetap bertani dalam memanfaatkan lahan yang ada. Sayangnya, seluruh anggota kelompok mengalami keterbatasan yang sama dalam mengolah lahan.

Baca Juga  "Bola Panas" Bergulir, PPK Sebut Ada Temuan di Proyek Rp300 Juta, Ketua Poktan; Dia tidak mengerti

“Anggota saya ada yang tanam tomat dan sayur-sayuran. Kami saling mengingatkan dalam bekerja. Ya, semoga dengan keterbatasan ini, kami bisa mendapat bantuan seperti multifator atau pun tracktor,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!