Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pernah Membeli Sepeda Motor, Kelompok Tani Persada Kabali Dana Kembali Tanam Cabai

Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya. (Dokpri Rian Marviriks)

Menurutnya, selama proses pembukaan lahan, dirinya hanya menggunakan alat pertanian manual. Seperti, cangkul dan pacul.

Meski begitu, ia mengaku tetap bekerja dengan berbagai keterbatasan tersebut. Apalagi, masih kata dia, sering mendapat pendampingan dan motivasi dari penyuluh pertanian yang bertugas di Desa Kabali Dana, Wewewa Barar, Sumba Barat Daya, NTT.

Baca Juga  58 Peserta Dinyatakan Lulus Seleksi SIP di Polda NTT

“Selama proses pembukaan lahan saya menggunakan cangkul dan pacul saja. Tentunya semangat kerja kami tidak terlepas dari berbagai dorongan dan motivasi petugas penyuluh pertanian,” katanya lagi.

Baca Juga  Lawadi SBD Hanya Rugi Rp1,3 Miliar Telan Korban, Bagaimana Dengan Rp7 Miliar Pada Pekerjaan Alun-Alun Tambolaka?

Lebih lanjut, Markus menuturkan, keterbatasan itu juga merupakan hal yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!