Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pernah Membeli Sepeda Motor, Kelompok Tani Persada Kabali Dana Kembali Tanam Cabai

Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Ketua kelompok tani Persada di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Markus Umbu Pati kembali menanam cabai di tahun 2025. Ia menanam cabai di atas lahan kurang lebih 30 x 50 meter sebanyak 2 ribu pohon.

Selain tanaman cabai, ada juga tanaman buncis. Nantinya, ia berencana menanam tomat dan beberapa jenis horti lainnya.

“Hari ini kita pindah tanam di atas lahan kurang lebih 30 x 50 meter,” kata Markus.

Markus menuturkan, dirinya kembali mengolah lahan untuk menanam cabai karena pernah merasakan dampaknya. Ia menyebut tanaman cabai yang siap ditanam tahun ini sebanyak 2 ribu pohon.

Menurutnya, selama proses pembukaan lahan, dirinya hanya menggunakan alat pertanian manual. Seperti, cangkul dan pacul.

Baca Juga  Keluhkan Ketebalan Sirtu dan Deker Terbuat Dari Pipa di JUT Kabali Dana, Dinas Pertanian dan Inspektorat Akan Turun

Meski begitu, ia mengaku tetap bekerja dengan berbagai keterbatasan tersebut. Apalagi, masih kata dia, sering mendapat pendampingan dan motivasi dari penyuluh pertanian yang bertugas di Desa Kabali Dana, Wewewa Barar, Sumba Barat Daya, NTT.

“Selama proses pembukaan lahan saya menggunakan cangkul dan pacul saja. Tentunya semangat kerja kami tidak terlepas dari berbagai dorongan dan motivasi petugas penyuluh pertanian,” katanya lagi.

Lebih lanjut, Markus menuturkan, keterbatasan itu juga merupakan hal yang pernah dialami pada tahun-tahun sebelumnya.

Bukan hanya keterbatasan alat pertanian, dirinya juga menyebut kesulitan memperoleh air. Ia harus membeli air tangki untuk menyirami tanaman hortinya.

Kendati mempunyai keterbatasan, Markus telah membuktikan bahwa pada tahun sebelumnya sudah membeli sepeda motor hasil dari tanaman cabai.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Dapat Puji Dari Petani Dihadapan Bupati Dan Wakil Bupati

“Sejak saya mulai tanam horti, saya hanya modalkan air tangki dengan harga yang sangat mahal. Tapi, tidak ada pilihan lain lagi. Saya sangat termotivasi, walau banyak keterbatasan, beberapa tahun lalu saya sudah membeli motor nul kilometer,” katanya lagi.

Sebagai ketua kelompok, Markus menunjukan teladan kepada seluruh anggota supaya tetap bertani dalam memanfaatkan lahan yang ada. Sayangnya, seluruh anggota kelompok mengalami keterbatasan yang sama dalam mengolah lahan.

“Anggota saya ada yang tanam tomat dan sayur-sayuran. Kami saling mengingatkan dalam bekerja. Ya, semoga dengan keterbatasan ini, kami bisa mendapat bantuan seperti multifator atau pun tracktor,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!