Pesan Richard Kondo Kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya NTT
TIMEXNTT – Mantan bakal calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya(SBD) Richardus Holo Kondo menitip pesan kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030, Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka.
Richard Kondo menyebut terpilihnya Ratu Wulla dan Angga Kaka sebagai pasangan yang dipandang mampu oleh rakyat untuk memimpin Sumba Barat Daya 5 tahun ke depan.
Ia mengakui bahwa kegagalan dirinya bukan menjadi sebuah kekecewaan. Namun dianggapnya sebagai keberhasilan yang tertunda karena belum mendapat amanah dalam mengemban tanggung jawab yang berat untuk membangunan daerah serta melayani masyarakat.
“Jadi masih ada yang dipandang lebih mampu dari kita untuk memikul tanggung jawab pelayanan ini. Dalam konteks ini, adik Angga dan Ibu Ratu yang dipercaya untuk memimpin SBD ini untuk 5 tahun ke depan,” ngaku Richard Kondo ketika dihubungi beberapa hari lalu.
Richard Kondo mengapresiasi kerja-kerja Bupati dan Wakil Bupati dalam memperhatikan penataan kota, disiplin ASN dan tata kelola keuangan desa meski baru seumur jagung dalam memimpin.
Menurutnya, hal itu menjadi langkah awal yang baik dalam membangun Sumba Barat Daya yang lebih baik ke depan.
Tentunya, kata Richard Kondo, profesionalitas dalam konteks disiplin ASN dan memperhatikan tata kelola keuangan desa sebagai kata kunci untuk sebuah kesuksesan dalam menjalankan program kerja.
Bukan hanya itu, disebutnya lagi bahwa kerja-kerja kolaborasi juga perlu dilakukan bersama seluruh ASN yang berada dibirokrasi. Sebab, kerja tim dinilainya sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan kebijakan-kebijakan daerah.
“Saya pikir hal yang positif. Beliau kan menegaskan pertama itukan harus ada disiplin internal ASN sebagai ujung tombak yang mengoperasionalkan segala macam program kebijakan beliau berdua. Tentu dalam konteks disiplin inikan profesionalitas itu menjadi kata kunci dalam mengawal sesuatu,” tuturnya Richard Kondo.
“Sesuai janji beliau dalam pidato, 100 hari pertama inikan ada hal-hal yang sifatnya prioritas. Tentu itu menjadi langkah awal untuk membangun SBD,” tuturnya lagi.
Richard Kondo menuturkan, Bupati SBD menyadari bahwa dana yang mengalir besar berada di desa sehingga Inspektorat diinstruksikan melakukan audit terhadap penggunaan dana desa.
Konsen Bupati SBD dan Wakil Bupati SBD dalam mengefektifkan pemanfataan uang desa disebutnya pula sebagai langkah yang tepat dalam membangun desa. Untuk itu, ia meminta supaya pengawasan tata kelola keuangan desa benar-benar diperketat demi mencapai target.
Akan tetapi, masih kata dia, keseriusan Inspketorat dan PMD juga menjadi penentu dalam perketat tata kelola dana desa supaya efektifitas pemanfaatannya benar-benar terukur dan menjawab kepentingan masyarakat desa.
“Saya juga melihat ada perintah beliau yang sifatnya secara ketat dalam mengawasi proses dinamika di pemerintahan desa terkhusus soal dana desa. Beliau(Bupati SBD-red) sadar betul bahwa uang yang banyak itu ada di desa. Dan Inspektorat sudah diinstruksikan turun untuk merekap segala perencanaan, pelaporan-pelaporan yang berkaitan dengan pengelolaan dana desa,” tambahnya.
Kendati memiliki visi misi membangun desa menata kota, Richard Kondo menitip pesan supaya segala bentuk proses dinamika yang sudah terlewati tidak ditarik ulur dalam kepemimpinan sekarang ini.
Keberpihakan kepada masyarakat, kata dia, itu menjadi hal terpenting. Jadi dimintanya supaya kerja tim diutamakan untuk melancarkan segala kebijakan-kebijakan yang hendak dilakukan dan juga bisa berdampak pada sebuah perubahan.
“Jadi saya memang paling mengharapkan supaya pimpinan Ibu Ratu dan Pak Angga dengan tim kerja yang ada di birokrasi itu khususnya Inspektorat, PMD betul-betul harus memang perketat tata kelola pemerintahan desa. Uang paling banyak itu ada di desa, tetapi kalau pengawasan sifatnya tidak bagus maka akan tetap bias. Dan kalau kita sifatnya tarik ulur itu juga akan susah,” tandasnya.
Namun demikian, Richard Kondo tetap meyakini bahwa visi misi Bupati dan Wakil Bupati SBD tetap terurai dalam akan terlaksana.
Dikesempatan itu juga, Ricahrd Kondo mengucapkan profesiat kepada Ratu dan Angga yang sudah terlantik dan memimpin daerah ini.
“Tentu saja sebagai masyarakat SBD kita punya ras syukur berssma karena sudah ada pemimpin yang terpilih walaupun dalam proses dinamika politik yang panjang. Dan kita menyampaikan profesiat, kiranya kepercayaan rakyat inikan menjadi sesuatu yang berbuah baik di periode kepemimpinan Ibu Ratu dan Pak Angga. Dan juga semoga segala harapan-harapan masyarakat yang dititipkan selama ini dapat terealisasi,” tutupnya.***
Tinggalkan Balasan