Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Peserta SPPI 2025 Batch 3 di SBD Keluhkan Jadwal Hingga Batal Ikut Tes di Kupang

Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025 Batch 3 yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sumba Barat Daya mendapat sorotan.(Dok.Tangkapan layar hasil seleksi peserta yang lulus administrasi SPPI SBD)

Dari 06 orang yang berangkat ke Pelabuhan Waingapu, 04 diantaranya tetap melanjutkan keberangkatan ke Kupang dalam keadaan terpaksa membeli tiket pesawat kurang lebih Rp4 juta.

Mereka, kata Lius, terpaksa membeli tiket lantaran jadwal untuk tes masih tanggal 03-04 Maret. Sedangkan, Lius dan satu orang kawannya harus batal karena jadwal tesnya tanggal 01 Maret.

Lius pun mengakui dirinya telah menghabiskan biaya yang besar selama proses ini. Dengan keluhan itu, ia juga telah komunikasi dengan panitia SPPI Sumba Barat Daya, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

Baca Juga  Daftar Penerima Bansos Desa Kalembuweri dan Desa Sangu Ate

“04 kawan saya terpaksa beli tiket dengan harga kurang lebih Rp4 juta. Mereka itu tesnya masih tanggal 03-04 maret. Sedangkan say dan satu kawan ini tanggal 01 Maret. Jadi kami putuskan batal karena kami tidak punya uang untuk beli tiket pesawat,” ngeluhnya.

Sementara itu, sorotan lain datang dari seorang peserta yang gagal lulus administrasi, Inggryani D R K Toga.

Inggri mengkritisi hasil pengumuman lulus administrasi yang mayoritas adalah oleh laki-laki.

Menurutnya, dalam surat edaran pedoman SPPI Batch 3, dinyatakan bahwa jika peserta tidak lulus administrasi, pihak verifikator wajib memberikan alasan yang jelas. Namun, kenyataannya banyak peserta tidak mendapatkan penjelasan apa pun terkait status mereka.

Baca Juga  Oknum Polisi Menggiring Wartawan Floresa Untuk Menirukan Pernyataan Klarifikasi; Kami akan kena nanti kalau kraeng beri klarifikasi di Polres

“Mayoritas yang lolos adalah laki-laki. Jika memang ada ketentuan yang mengutamakan laki-laki, mengapa tidak disampaikan sejak awal? Mengapa kami harus berharap dan mengeluarkan biaya besar jika sejak awal sudah ditentukan siapa yang akan lolos? Apa salah kami sebagai perempuan?” kata Inggri dalam mengkritisi hasil seleksi administrasi SPPI.

“Kami hanya ingin keadilan. Jika memang tidak lolos, berikan alasannya. Jangan biarkan ribuan orang menggantungkan harapan tanpa kepastian,” tambah Inggri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!