Peserta SPPI 2025 Batch 3 di SBD Keluhkan Jadwal Hingga Batal Ikut Tes di Kupang
Gelombang kekecewaan ini berlanjut dengan munculnya petisi online berjudul ‘Tolak Ketidaktransparan Hasil Seleksi Administrasi SPPI Batch 3’.
Hingga pukul 17.20, petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 1.749 peserta. Petisi yang dimulai oleh Velia Octaviani ini menuntut pengakuan kesalahan dari panitia, permintaan maaf resmi, dan komitmen transparansi dalam seleksi berikutnya.
Velia menyoroti besarnya biaya yang telah dikeluarkan peserta untuk memenuhi persyaratan awal, termasuk biaya tes kesehatan yang cukup mahal.
Ia menyesalkan bahwa setelah semua upaya tersebut, mereka justru mendapatkan hasil yang dianggap tidak transparan dan merugikan.
“Di tengah situasi ekonomi sulit, menyiapkan berkas bukan perkara mudah. Mencari kerja di Indonesia seharusnya tidak sesulit ini,” tulis Velia dalam petisinya.
Selain menuntut transparansi, para peserta juga mendesak BGN untuk memberikan klarifikasi mengenai sistem seleksi yang digunakan.
Peserta berharap panitia dapat menunjukkan hasil seleksi secara terbuka, sebagaimana yang dilakukan dalam seleksi CPNS.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan timexntt.id masih berupaya konfirmasi paniti seleksi SPPI di Sumba Barat Daya, NTT.***
Tinggalkan Balasan