Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Peserta SPPI 2025 Batch 3 di SBD Keluhkan Jadwal Hingga Batal Ikut Tes di Kupang

Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025 Batch 3 yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sumba Barat Daya mendapat sorotan.(Dok.Tangkapan layar hasil seleksi peserta yang lulus administrasi SPPI SBD)

Gelombang kekecewaan ini berlanjut dengan munculnya petisi online berjudul ‘Tolak Ketidaktransparan Hasil Seleksi Administrasi SPPI Batch 3’.

Hingga pukul 17.20, petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 1.749 peserta. Petisi yang dimulai oleh Velia Octaviani ini menuntut pengakuan kesalahan dari panitia, permintaan maaf resmi, dan komitmen transparansi dalam seleksi berikutnya.

Velia menyoroti besarnya biaya yang telah dikeluarkan peserta untuk memenuhi persyaratan awal, termasuk biaya tes kesehatan yang cukup mahal.

Baca Juga  Ribka Tjiptaning Kritik Makan Bergizi Gratis: Itu Pencitraan, Ngak Tepat Sasaran

Ia menyesalkan bahwa setelah semua upaya tersebut, mereka justru mendapatkan hasil yang dianggap tidak transparan dan merugikan.

“Di tengah situasi ekonomi sulit, menyiapkan berkas bukan perkara mudah. Mencari kerja di Indonesia seharusnya tidak sesulit ini,” tulis Velia dalam petisinya.

Baca Juga  Miskin Ekstream Di Sumba Barat Daya Turun 4,86 persen Hingga Menerima Penghargaan Universal Health Coverage

Selain menuntut transparansi, para peserta juga mendesak BGN untuk memberikan klarifikasi mengenai sistem seleksi yang digunakan.

Peserta berharap panitia dapat menunjukkan hasil seleksi secara terbuka, sebagaimana yang dilakukan dalam seleksi CPNS.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan timexntt.id masih berupaya konfirmasi paniti seleksi SPPI di Sumba Barat Daya, NTT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!