Petani Persada Bernafas Lega, Ratusan Kilo Buncis Terserap SPPG Langgalero
“Sebelumnya kami bawa buncis ke pasar, duduk dari pagi sampai siang kepanasan. Kadang laku, kadang tidak. Bawa pulang lagi sudah layu. Lama-lama kami malas tanam buncis karena tidak ada pasar yang jelas dan menjanjikan,” ungkapnya lagi penuh haru.
Kini, cerita itu berubah. SPPG Langgalero secara rutin menyerap ratusan kilogram buncis segar langsung dari kebun petani dengan harga yang layak dan pasti. Kemitraan ini bukan sekadar soal jual beli. Bagi para petani, ini adalah penopang hidup.
Hasil dari buncis ini, disebutnya sangat membantu peningkatan pendapatan ekonomi keluarga. Misalnya, untuk biaya hidup sehari-hari, untuk biaya sekolah adik-adiknya, bahkan ada yang untuk biaya kuliah.
Ia pun menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada SPPG Langgalero yang telah membuka pintu kemitraan dan menghargai kerja keras petani lokal.
Fitri yang juga seorang guru honorer berkomitmen menjaga kualitas. Ia meyakini kalau kualitas inilah yang menjadi kunci keberlangsungan kemitraan.
Ia sadar, buncis yang mereka pasok akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, sehingga kebersihan, kesegaran, dan kualitas harus menjadi prioritas utama.