Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Memaksa Pakai Lorentz: Tugas mereka itu mengawasi, ini swakelola

Petani di Sumba Barat Daya meminta supaya Dinas Pertanian jangan manfaatkan SDM kelompok yang minim untuk dijebak dalam permainan mereka.(Dok.Istimewa)

“Disitu juga PPK sebagai pejabat pembuat komitmen yang bertanda tangan kontrak dengan kami tidak konsisten dengan komitmen yang dibangun bersama kami,” tambahnya.

Ia menerangkan, dalam pekerjaan ini Dinas Pertanian SBD hanya mempunyai tugas mengawasi bukan memaksa kelompok untuk harus menggunakan pihak mereka.

Baca Juga  25 Kelompok Tani Mendapat Bantuan Handtracktor Dari Pemerintah Sumba Barat Daya Melalui Pokir DPRD

Pekerjaan disebutnya lagi menggunakan sewakelola yang mana dalam pekerjaan 100 persen tanggung jawab kelompok. Apalagi, kata dia, anggaran langsung masuk di rekening kelompok.

Dengan tindakan itu, dirinya menyebut Dinas Pertanian tidak memahami tiga tugas pokok mereka. Yakni, mengayomi petani, melindungi dan membela petani.

Baca Juga  Plin Plan! Pernyataan Berbeda Ketua Bendahara dan PPK Atas Proyek Rp300 Juta di SBD Hingga Fakta-Fakta Lainnya

“Apakah dengan situasi yang terjadi di kelompok tani saat ini, inikah bentuk tugas pokoknya distan?” katanya lagi penuh tanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Kurang jatah itu.. makanya mereka mempermasalahkan .. soalnya setor menyetor itu sdh menjadi tradisi.. mau pakai merek apa juga petani mesin terserah mereka knp di intervensi. Hak mereka dong.saya rasa bukan dinas pertanian saja yang begitu Masih banyak juga dinas dinas yang lain masih mengintervensi desa desa.coba pimpinan daerah cek lagi kebijakan kebijakan dinas yang salah.

Tutup
error: Content is protected !!