Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Penipu Buntut Dari Bantuan Sumur Bor Sewakelola Hingga Sentil Lorentz

Petani di Kecamatan Kodi Utara menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sebagai penipu buntut dari bantuan sumur bor anggaran tahun 2024.(Dokpri Rian Marviriks)

Kendati tidak mengikuti permintaan dinas, sejumlah kelompok tani malah terkesan dicari-cari kesalahan mereka hingga disebut bermasalah. Dampaknya, pencairan tahap II pun harus gagal.

Ditemui, Ketua Kelompok Tani Mbinya Mopir di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Yohanes Loghe Bombo meyebut Dinas Pertanian telah menipu mereka dalam proses pekerjaan sumur bor.

“Kami bisa katakan dinas sudah tipu kami sebagai petani yang punya pengetahuan terbatas,” sebut Yohanes ketika ditemui beberapa hari lalu.

Baca Juga  Memanas, Ketua Poktan Akui Memberi Rp4 Juta di Bendahara Dari Proyek Rp300 Juta di SBD NTT

Yohanes menyebut dinas sebagai penipu karena tidak konsisten terhadap apa yang diarahkan kepada petani pada saat sosialisasi pada bulan Mei tahun 2024.

Menurutnya, pada saat sosialisasi dinas meminta mereka untuk memanfaatkan anggaran sebaik-baiknya untuk keberhasilan pekerjaan tersebut.

Baca Juga  Bupati SBD Minta Audit Dana Desa, Kades; Itu hal baik

Bahkan, kata dia, dinas juga meminta supaya kelompok yang mengadakan sendiri segala bentuk kebutuhan dalam pekerjaan ini.

Sayangnya, Yohanes malah heran ketika meminta rekomendasi pencairan tahap II, dinas malah tidak memberikan karena tidak menggunakan Lorentz untuk memesan barang. Yohanes pun kecewa atas sikap Dinas Pertanian SBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!