Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Penipu Buntut Dari Bantuan Sumur Bor Sewakelola Hingga Sentil Lorentz

Petani di Kecamatan Kodi Utara menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) sebagai penipu buntut dari bantuan sumur bor anggaran tahun 2024.(Dokpri Rian Marviriks)

Sayangnya, Yohanes malah heran ketika meminta rekomendasi pencairan tahap II, dinas malah tidak memberikan karena tidak menggunakan Lorentz untuk memesan barang. Yohanes pun kecewa atas sikap Dinas Pertanian SBD.

“Sangat aneh, saat sosialisasi dinas tidak sampaikan memang kalau tempat pesan barang di Lorentz. Kami pikir dinas konsisten ketika minta kami pesan sendiri karena ini sewakelola. Kami sudah pesan di Groundvos dan kualitas barang terpercaya, ini air sudah naik dan sudah dimanfaatkan, terus dinas bilang bermaslah. Dan tidak memberikan rekomendasi pencairan hanya karena tidak ikut mau mereka,” katanya lagi.

Baca Juga  Bawaslu SBD Mengikuti Rakornas PHPU , Emanuel; Sebagai bahan evaluasi

Dengan begitu, Yohanes merasa mendapat tekanan dalam melanjutkan pekerjaan. Apalagi barang yang dipesan melalui Groundvos sudah terpasang dan air sudah dimanfaatkan.

Baca Juga  Petani Batal Cairkan Rp135 Juta Karena Tidak Penuhi Kepentingan Dinas Pertanian SBD: Mereka bodohi kami

Yohanes memesan lewat Groundvos karena sudah banyak sumur bor yang menggunakan barang tersebut hingga belasan tahun tidak berkarat.

“Kami sudah kerja sesuai aturan dan juga kesepakatan. Hanya karena kami pesan lewat Groundvos jadi dianggap masalah? Apakah 26 kelompok yang pesan lewat Lorentz benar-benar tidak ada masalah,” tanya Yohanes dengan kesal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!