Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pilkada SBD, Kodim 1629 SBD Siapkan 154 Prajurit Untuk Menyebar di 11 Kecamatan

Demi memastikan proses perhelatan Pilkada SBD yang kian mendekat, Kodim 1629 SBD menyediakan 154 prajurit untuk mengawal proses pencoblosan yang akan berlangsung nanti. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Tak lama lagi, tahapan pencoblosan Bupati SBD dan Wakil Bupati SBD akan digelar. Berbagai tahapan sedang dilakukan oleh pihak penyelenggara.

Demi memastikan proses perhelatan Pilkada SBD yang kian mendekat, Kodim 1629 SBD menyediakan 154 prajurit untuk mengawal proses pencoblosan yang akan berlangsung nanti.

“Total seluruh anggota di Kodim 1629 SBD ini ada 154. Jadi semua nanti akan digerakan untuk melakukan pengamanan di setiap kecamatan,” kata Dandim 1629 SBD, Letkol Czi Novi Kurniawan, Rabu(07/08/2024).

Dengan jumlah prajurit yang terbilang sedikit, Dandim 1629 SBD menyebut sudah cukup untuk mengamankan perhelatan Pilkada SBD tahun 2024 yang akan dihelat pada bulan November mendatang.

Baca Juga  Selama 3 Tahun Berturut-Turut Pemerintah SBD Mendapat Penghargaan WTP

Ia meyakini bahwa perhelatan Pilkada SBD akan berlangsung dengan damai dan aman. Disebutnya pula kalau pihaknya bersama kepolisian setempat sudah bangun komitmen bersama untuk mewujudkan Pilkada SBD yang damai.

“Kami juga sudah komitmen bersama Polres SBD untuk bersinergi dalam mengamankan segala bentuk proses yang berlangsung di setiap wilayah kecamatan pada bulan November nantinya. Jadi kalau digabung seluruh personil dari Kepolisian dan TNI itu sudah cukup. Sampai sekarang saya masih yakin kalau Pilkada tahun ini berjalan lancar,” sebutnya penuh yakin.

Baca Juga  Rekonsiliasi MDT dan Kodi Mete Wujud Perdamaian, Semua Korban Dirangkul dan Didoakan; Kami minta maaf

Disisi lain, terkait potensi kerawanan, seluruh wilayah Kecamatan masih dinilai dalam situasi yang kondusif. Sehingga belum ada pemetaan kecamatan atau desa yang akan menjadi prioritas pengawalan dari pihak keamanan.

Namun demikian, Letkol Czi Novi Kurniawan menambahkan, pihaknya tetap melakukan pemetaan terhadap wilayah yang akan dijadikan atensi khusus demi mencegah terjadinya konflik sosial.

“Belum ada pemetaan. Tetapi kita tetap perhatikan Kecamatan, Desa atau TPS yang berpotensi rawan akan dijadikan prioritas,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!