Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pilkada SBD, Potret Kekuatan Bakal Calon Bupati Sumba Barat Daya

TIMEXNTT – Dua lembaga survei nasional, yakni Charta Politik dan Losta Institute telah menyelesaikan survei di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Hasil survei dari kedua lembaga itu, telah membuka “peta jalan” dalam melihat kekuatan figur potensial Bakal Calon Bupati Sumba Barat Daya yang akan bertarung dalam Pilkada serentak 2024.

Pemetaan kekuatan figur bakal calon bupati akan berfokus kepada tiga nama, yakni Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Dominggus Dama, dan Fransiskus Marthin Adilalo.

Analisis politik mencoba untuk memotret tingkat elektabilitas, popularitas, dan kesukaan dari ketiga tokoh tersebut.

Berdasarkan hasil survei dari Charta Politika yang digelar 29 April – 05 Mei 2024, dari 15 tokoh yang disurvei secara terbuka, Anggota DPR RI Periode 2019 – 2024 Ratu Ngadu Bonnu Wulla meraih elektabilitas teratas sebesar 30,3 persen.

Sementara Anggota DPRD Provinsi NTT Periode 2019 – 2024 Dominggus Dama meraih elektabilitas 14 persen, diikuti mantan Sekda Kabupaten Sumba Barat Daya Fransiskus Marthin Adilalo sebesar 9,3 persen.

Sementara itu, hasil survei Losta Institute pada 17-22 Juni 2024, 15 bakal calon bupati yang disurvei secara terbuka meneguhkan kembali Ratu Ngadu Bonnu Wulla dengan tren elektabilitas teratas sebesar 50,5 persen, diikuti Dominggus Dama 12,7 persen dan Fransiskus Marthin Adilalo berada 11,8 persen.

Baca Juga  Masa Jabatan Segera Berakhir, Bupati SBD Pamitan Hingga Minta Jaga Suasana Pilkada Tetap Kondusif

Dari potret elektabilitas kedua lembaga survei itu, Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengalami kenaikan signifikan dari sebelumnya 30,3 persen berdasarkan survei Charta Politika,kemudian mengalami penguatan elektabilitas sebesar 50,5 persen sesuai hasil survei Losta Institute.

Sementara itu, Dominggus Dama mengalami penurun tipis 1,3 persen tren elektabilitasnya.

Jika sebelumnya survei Charta Politika berada pada 14 persen, hasil survei Losta Institute merekam elektabilitasnya 12,7 persen.

Sedangkan Fransiskus Marthin Adilalo mengalami penguatan dari sebelumnya 9,3 persen sesuai survei Charta Politika, bergerak naik menjadi 11,8 persen berdasarkan survei Losta Institute.

Pada sisi pengenalan (popularitas) dan kesukaan, Lembaga survei Charta Politika merekam Ratu Ngadu Bonnu Wulla memiliki tingkat pengenalan tertinggi mencapai angka 95 persen, dengan tingkat kesukaan 87 persen.

Baca Juga  Diduga Sudah Direncanakan, Dappa Bulu Mendapat Kecaman Berat, Sudah Dipolisikan

Sedangkan Dominggus Dama memiliki tingkat pengenalan 84 persen dengan tingkat kesukaan 87 persen. Sementara Fransiskus Marthin Adilalo potret pengenalan hanya 56 persen dengan tingkat kesukaan 85 persen.

Sedangkan Losta Institute merekam Ratu Ngadu Bonnu Wulla memiliki tingkat pengenalan tertinggi sebesar 88,4 persen dan kesukaan mencapai 91,2 persen.

Dominggus Dama memiliki tingkat pengenalan 75,2 persen dan kesukaan sebesar 85,5 persen. Sedangkan Fransikus Marthin Adilalo tingkat pengenalan 69,3 persen dengan kesukaan mencapai 87,5 persen.

Temuan dari Losta Institute, suara strong supporters Ratu Ngadu Bonnu Wulla berada di angka 27,7 persen, diikuti Fransiskus Marthin Adilalo sebesar 8 persen dan Dominggus Dama di angka 5,9 persen.

Peta dukungan politik masih bisa berubah. Mengingat, suara mengambang masih cukup tinggi di angka 44,8 persen.

Survei bertujuan untuk memotret persepsi publik dalam kurun waktu tertentu, sehingga tren elektabilitas para figur bakal calon bupati bisa berubah hingga ada penetapan dari KPU, mengindikasikan pemilih masih sangat fluktuatif.***

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!