Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Polda NTT Angkat Bicara Soal Dua Oknum Anggota Polri di Sumba Barat yang Diduga Melakukan Pengeroyokan

Pihak kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan terduga pelaku dan melakukan pemeriksaan intensif.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Polda NTT angkat bicara atas peristiwa yang melibatkan dua oknum anggota Polri di Kabupaten Sumba Barat beberapa hari lalu.

Kedua oknum anggota Polri di Sumba Barat ini diduga melakukan pengeroyokan kepada dua anggota Sat Pol PP yang sedang bertugas di rumah jabatan Bupati Sumba Barat.

Dikutip dari tribratanewsntt, Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut bermula ketika korban dan saksi yang merupakan petugas honorer Satpol PP sedang berjaga malam di rumah jabatan Bupati Sumba Barat, NTT.

Kemudian, mereka mendengar keributan dan mencoba menegur sekelompok pemuda yang sedang mengonsumsi alkohol.

Namun, teguran tersebut berujung pada pengeroyokan yang menyebabkan dua petugas Satpol PP mengalami luka-luka.

Kabidmumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., memberikan tanggapan terkait kejadian ini.

Baca Juga  Floresa Sebut Klarifikasi Kapolres Manggarai Menyangkal Kebenaran dan Berusaha Mengkriminalisasi Korban

“Kami membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan yang melibatkan dua anggota Polri di Kabupaten Sumba Barat. Saat ini, kasus tersebut sudah dalam penanganan pihak Polres Sumba Barat,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan terduga pelaku dan melakukan pemeriksaan intensif.

“Kami menegaskan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, baik secara etik maupun pidana,” tegas Kabidhumas.

Lebih lanjut, Kabidhumas juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.

Pihaknya akan memastikan proses penyelidikan berjalan secara transparan dan akuntabel. Sebab, kata dia, Kepolisian bertanggung jawab untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Baca Juga  Kabid PSP Dinas Pertanian SBD Disebut Perintahkan Petani Bayar Rp15 Juta Meski Pekerjaan Tidak Beres: Ibu Elsi Terima Rp7,4 Juta

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang.

Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi dan bukti terkait guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian.

Di sisi lain, menurut keterangan dari Wadanyon C Pelopor Satbrimob Polda NTT, keluarga dari para terduga pelaku telah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan pihak keluarga korban dengan harapan perkara ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa ada paksaan.

Untuk itu, diharapkan supaya kasus ini dapat segera diselesaikan secara adil dan transparan, serta menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!