Presiden Timor Leste Memberi Cindera Mata Kepada Armin Ate Penyandang Disabilitas Dari SBD NTT
Untuk dapat saling berbagi terkait pendampingan penyadang disabilitas, keempat lembaga Yayasan itu menggunakan pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat(RBM) dalam mendorong pemenuhan hak bagi penyandang diisabilitas.

Masing-masing lembaga mengirimkan 3 orang perwakilan, termasuk penyandang disabilitas untuk melakukan dialog bersama Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.
Dialog yang dilakukan berkaitan dengan pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya dalam kehidupan social.
Dikabarkan, penyadandang disabilitas perwakilan Indonesia akan direncanakan melakukan belajar di Timor Leste selama 8 hari. Mulai tanggal 11-18 Agutus 2024.
Kegiatan belajar itu akan dilakukan di dua lembaga, yakni di Ra’es Hadomi Timor Oan (RHTO) dan Clinica Uma Ita Nian terkait penerapan pendekatan RBM.
Usai dialog bersama Presiden Jose Ramos Horta, Armin mendapat kesempatan menampilkan hasil karyanya berupa produk keranjang dari daur ulang plastik.
Tinggalkan Balasan