Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Presiden Timor Leste Memberi Cindera Mata Kepada Armin Ate Penyandang Disabilitas Dari SBD NTT

Armin Ate patut diacungkan jempol karena memiliki berbagai prestasi lewat kerajinan tangannya yang sudah dikenal hingga di beberapa negara. Termasuk Jerman.

TIMEXNTT – Apresiasi, adalah kata yang layak dituliskan untuk seorang perempuan hebat penyandang disabilitas, Armin Ate dari Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT).

Armin Ate patut diacungkan jempol karena memiliki berbagai prestasi lewat kerajinan tangannya yang sudah dikenal hingga di beberapa negara. Termasuk Jerman.

Pada tahun 2024 ini, Armin Ate kembali mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Bumi Loro Sae, Timor Leste.

Diketahui, Armin Ate merupakan salah satu penyandang disabilitas yang didampingi oleh Yayasan Harapan Sumba(YHS).

Sedangkan YHS adalah mitra Misereor Jerman dalam program Pegorganisasian dan Advokasi Penyandang disabilitas untuk Pemenuhan Haknya di Sumba Barat Daya, NTT.

Berdasarkan informasi yang diperoleh timexntt.id, kunjungan Armin Ate ke Timor Leste merupakan salah satu kegiatan yang diinisiasi bersama oleh 4 lembaga di Indonesia.

Baca Juga  Luar Biasa, Ratu Wulla Dipercayakan Surya Paloh Sebagai Pengurus DPP Nasdem

Adapun Yayasan tersebut diantaranya, Yayasan Harapan Sumba, SANKITA Labuan Bajo, Karya Murni Ruteng dan YDTI Sulawesi Selatan dan 2 lembaga di timor leste, RHTO dan Clinica Uma Ita Nian.

Untuk dapat saling berbagi terkait pendampingan penyadang disabilitas, keempat lembaga Yayasan itu menggunakan pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat(RBM) dalam mendorong pemenuhan hak bagi penyandang diisabilitas.

IMG 20240814 072453
Armin Ate menyerahkan hasil kerajinan tangannya di Presiden Timor Leste.

Masing-masing lembaga mengirimkan 3 orang perwakilan, termasuk penyandang disabilitas untuk melakukan dialog bersama Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta.

Dialog yang dilakukan berkaitan dengan pemenuhan akses bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya dalam kehidupan social.

Baca Juga  Ternyata DPP PAN Keluarkan Rekomendasi Kepada Dua Paket Untuk Pilkada SBD

Dikabarkan, penyadandang disabilitas perwakilan Indonesia akan direncanakan melakukan belajar di Timor Leste selama 8 hari. Mulai tanggal 11-18 Agutus 2024.

Kegiatan belajar itu akan dilakukan di dua lembaga, yakni di Ra’es Hadomi Timor Oan (RHTO) dan Clinica Uma Ita Nian terkait penerapan pendekatan RBM.

Usai dialog bersama Presiden Jose Ramos Horta, Armin mendapat kesempatan menampilkan hasil karyanya berupa produk keranjang dari daur ulang plastik.

Setelah itu, hasi kerajinan tangannya itupum secara khusus diberikan kepada Presiden Jose Ramos Horta.

Kemudian sebagai ucapan terimakasih untuk perjuangan penyandang disabilitas dalam mendorong pemenuhan haknya, secara simbolis Presiden memberikan cindera mata kepada Armin sebagai salah satu perwakilan penyandang disabilitas yang hadir saat itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!