Profil Ketua PA GMNI SBD, Ternyata Seorang Anak Petani yang Sukses Sebagai PNS di SBD NTT
TIMEXNTT – Profil Ketua PA GMNI SBD, Ternyata Seorang Anak Petani yang Sukses Sebagai PNS di SBD, NTT. Dirinya dikenal sebagai aktivis yang militan.
Walau bergabung di organisasi ekstra kampus, Marten Roga Ate membuktikan bahwa organisasi tidak menghalangi proses perkuliahan.
Terbukti, dengan riwayat pekerjaan orangtua sebagai petani, dirinya pun berhasil menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil(PNS) di Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT).
Diketahui, Persatuan Alumni(PA), Gerakan Mahasiswa Nasional Indobesia(GMNI), Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT) sudah terbentuk sejak tahun 2016.
PA GMNI SBD terbentuk setelah organisasi yang memiliki motto Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang itu resmi mengibarkan bendera di Kabupaten Sumba Barat Daya pada tahun 2015.
Lalu siapa ketua PA GMNI SBD yang ditunjuk saat itu? Berikut timexntt.id akan mengupas profil Ketua PA GMNI SBD.
Ketua PA GMNI SBD, Marten Roga Ate merupakan putra kelahiran Puu Redapa, Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat yang bergabung di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) sejak tahun 2004 silam.
Marten Roga Ate bergabung di GMNI cabang Waingapu setelah melanjutkan pendidikannya kejenjang Strata Satu(S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kristen Wirawacana Sumba yang sekarang sudah berubah bentuk nama menjadi Universitas Kristen Wirawacana Sumba, Waingapu, Sumba Timur.
Sebelumnya, Marten Roga Ate merupakan siswa tamatan dari Sekolah Dasar Katolik(SDK) Andaluri, Waingapu. Dia tamat di SDK Andaluri Waingapu pada tahun 1989.
Kemudian, Marten Roga Ate melanjutkan pendidikannya di Sekolah Teknik Waingapu dan menamatkan dirinya pada tahun 1992.
Selanjutnya, ia pun terus mengasah pengetahuannya dengan melanjutkan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Teknik(STM) Karya Kupang.
Setelah melalui proses pembelajaran selama tiga tahun di STM Karya Kupang, Marten Roga Ate kembali menamatkan dirinya pada tahun 1995.
Namun demikian, dengan berbagai keterbatasan ekonomi keluarga, sosok yang dikenal religius itu harus berhenti sejenak untuk tidak melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
Dia, harus kembali ke kampung halaman untuk mencari pekerjaan yang akan dijadikan modal sebelum mewujudkan mimpinya untuk meraih gelar sarjana.
Setelah bertahun-tahun menjadi pribadi yang tabah dalam berproses, akhirnya, Marten Roga Ate mendapat kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
Tepatnya pada tahun 2004, dirinya melanjutkan pendidikannya di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wira Wacana (STIE Kriswina Sumba) Waingapu, Sumba Timur.
Ternyata, proses perkuliahan Marten Roga Ate dipenuhi dengan berbagai dinamika hidup yang harus dihadapinya. Pasalnya, dia pun harus cuti dari perkuliahan dan kembali ke kampung halaman.
Namun demikian, walau banyak dinamika hidup yang dihadapinya, ternyata tidak memupuskan niatnya untuk tetap menjalani perkuliahan di kampus ternama yang berada di Sumba Timur tersebut.
Terbukti, dengan komitmen dan penuh ketabahan, Marten Roga Ate berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu(S1) pada tahun 2010.
Siapa menyangka, di tahun yang sama, dirinya pun mendapat kesempatan untuk memgikuti seleksi CPNS pada lingkup Pemerintahan Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dirinya pun berhasil dan ditempatkan di bagian Administrasi Pembangunan ada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Pada tahun 2015, Marten Roga Ate dilantik menjadi Kepala Sub Bagian(kasubag) Evaluasi dan Pelaporan sampai saat ini.
REKAM JEJAK MARTEN ROGA ATE DI DPC GMNI WAINGAPU, SUMBA TIMUR
Bagi Marten Roga Ate, menjadi seorang mahasiswa, tidak hanya sebatas mengikuti proses perkuliahan. Sebab, baginya, wawasan pengetahuan akan sangat terbatas.
Untuk itu, dirinya pun beranikan diri untuk bergabung di salah satu organisasi terbesar kanca nasional, GMNI.
Dia bergabung dengan mahasiswa lainnya di GMNI Cabang Waingapu sejak tahun 2014. Berbagai prosea dilaluinya dengan penuh komitmen.
Setelah mengikuti proses, dirinya pun mendapat kepercayaan untuk menjadi salah pengurus DPC GMNI Waingapu dalam menjabati jabatan sebagai Wakil ketua Bidang Politik.
Kemudian, pada tahun 2009, Marten Roga Ate kembali mendapat sebuah tanggung jawab besar untuk menjadi ketua karateker DPC GMNI Waingapu, Sumba Timur.
Saat itu, GMNI Waingapu dinilai fakum sehingga harus dinyatakan kembali menjadi karateker yang sebelumnya sudah defenitif.
Dipundak Marten Riga Ate, GMNI Waingapu kembali di tetapkan menjadi DPC GMNI Waingapu defenitif. Diaktifkan kembali menjadi defenitif setelah berbagai gerakan telah dilakukan selama kepemimpinan Marten Roga Ate.
Setelah menyelesaikan studi Strata Satu, Marten Roga Ate memilih untuk kembali ke kampung halaman, Sumba Barat Daya.
Lagi dan lagi, pada tahun 2016, Marten Roga Ate kembali ditunjuk sebagai Ketua Persatuan Alumni(PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Kabupaten Sumba Barat Daya hingga saat ini.
Demikian profil Ketua PA GMNI SBD, Marten Roga Ate. Semoga terinspirasi dan bermanfaat.***
Tinggalkan Balasan