Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Program 100 Hari Kerja, Bupati SBD Akan Turun Desa dan Targetkan 1.000 Unit Meteran untuk Masyarakat

Pasca menyampaikan pidato perdana, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla menyebut ada sejumlah program prioritas selama 100 hari kerja.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pasca menyampaikan pidato perdana, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla mempunyai program prioritas selama 100 hari kerja.

“Program 100 hari kerja tidak terlepas dari visi misi kami membangun desa menata kota,” kata Ratu Wulla ketika ditemui seusai menyampaikan pidato perdana, Senin(03/03/2025).

Ratu Wulla mengatakan, dalam 100 hari kerja, dirinya menargetkan sekitar 1.000 hingga 1.500 unit meteran yang dibantu kepada masyarakat.

Menurutnya, masalah penerangan masih menjadi persoalan di Sumba Barat Daya karena masih terdapat masyarakat yang terisolasi. Program ini juga menjadi prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya selama masa kampanye.

Soal keuangan kalau memang terbatas APBD 2, dirinya akan komunikasikan dengan pemerintah provinsi dan pusat. Termasuk kepada pihak-pihak lainnya.

Kendati begitu, program ini disebutnya akan berjalan lancar jika mendapat dukungan dari pemerintah desa. Untuk memastikan hal itu, ia juga akan turun ke desa.

Baca Juga  Geram! Masyarakat Sebut Kepala Desa Panenggo Ede Pembohong; Tangkap, dia penyakit

“Masalah listrik atau penerangan, di 100 hari kerja sekitar 1.000-1.500 unit meteran akan dibagikan kepada masyarakat. Terkait penerangan, APBD 2 kita alokasikan anggarannya berapa gitu ya. Nanti dari dana desa juga bisa suport. Kalaupun belum tuntas, Akan dilakukan hingga tahun 2029,” sebutnya.

Selain itu, Ratu Wulla juga meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap dana desa yang menyebar di 11 kecamatan.

Menurutnya, jika ada program desa yang perlu di efesiensi atau diselaraskan bukan menjadi masalah demi mempercepat pembangunan.

“Saya akan minta Inspektorat untuk audit seluruh kepala desa dalam rangka saya mau tahu, apa si masalahnya? Inikan dana desa banyak, ADD juga ada ini ko gak maju-maju masalahnya di mana gitu. Kalau memang perlu ada yang kita efesiensi, diselaraskan supaya pembangunan cepat, kenapa tidak,” tegasnya.

Baca Juga  Berprestasi, Simon Petrus Kamlasi Kembali Mendapat Penghargaan Inspiring Profesional dan Leadership Award 2024 

Ratu Wulla juga menyoroti penggunaan dana desa yang fokus pada pemberdayaan. Saat ini, kata dia, program Presiden adalah hilarisasi. Jadi, bagaimana dana desa dapat dikelola dengan baik untuk menciptakan prodak-prodak lokal.

“Sekarang Presiden hilarisasi ini penting bagaimana kita menciptakan UKM dati produk-produk lokal daerah. Dana desa digunakan untuk pemberdayaan, jadi kita bisa alokasikan untuk ciptakan prodak-prodak,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, Ratu Wulla juga akan menertibkan sampah demi mencipatkan kebersihan kota. Bukan hanya itu, terdapat sejumlah program lainnya yang ditargetkan selama 100 hari kerja.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!