Punya Keterbatasan Fisik, Karel Lukis Wajah Bupati Sumba Barat Daya
TIMEXNTT – Karel Matheiz Latuheru atau Karel, seorang penyandang disabilitas(tunawicara dan tunarungu) melukis wajah Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla.
Karel merupakan warga Desa Pogotena, Kecamatan Loura yang selama ini bergelut dalam dunia seni lukis.
Karel melukis menggunakan media cat air, kertas karton dan kuas. Meski hanya bisa menggunakan bahasa isyarat, Karel juga bisa melukis di kanvas atau semua wadah atau jenis lukisan apapun, termasuk mural.
Dengan hasil karya lukis ini, Karel membuktikan bahwasannya penyandang disabilitas juga bisa berkarya meski jarang mendapat kesempatan yang sama.
Untuk diketahui, saat ini, ia didampingi oleh Yayasan Harapan Sumba(YHS) sebagai bentuk kepedulian dalam mengembangkan kreatifitas para penyandang disabilitas di Sumba Barat Daya, NTT.
Dihubungi, Ketua YHS, Stef Segu mengatakan, program pendampingan terhadap disabilitas sudah berlangsung sejak tahun 2020 silam. Sedangkan, di tahun 2025 ini, pendampingan dilakukan terhadap anak dan disabilitas hingga pada tahun 2027.
“Karel ini menjadi salah satu yang teridentifikasi untuk didampingi,” ungkap Stef Segu, Jumat(05/12/2025).
Lebih lanjut, Stef Segu menyebut Karel yang merupakan pelukis tunawicara dan tunarungu memiliki potensi yang luar biasa. Selama ini, Karel sering melakukan aktivitas melukis mural.
Namun demikian, karya-karya lukis Karel belum begitu dikenal publik. Karena itu, YHS hadir untuk mendampinginya, serta membantu dalam menawarkan jasa lukisan Karel tersebut.
“Dia punya hobi melukis, bisa melukis apa saja. Dan kali ini dia pamerkan lukisan wajah Ibu Bupati. Nanti kita rencana mau kasih lukisan itu di Ibu Bupati,” ucap Stef Segu.
Dengan potensi yang dimiliki Karel, Pemerintah Sumba Barat Daya diharapkan dapat memberinya kesempatan untuk berekspresi, serta mendukung karya lukisnya ke level yang lebih tinggi lagi.
Selain itu, jika Pemerintah Sumba Barat Daya mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan seni lukis juga diharapkan supaya bisa menggunakan jasa Karel.
“Kalau bisa karel itu diberikan kesempatan untuk berekspresi jika ada kegiatan-kegiatan pemerintah yang berkaitan seni lukis. Atau kalau Pemda ada butuh gambar, mural atau bahan-bahan kampanye lukisan bisa menggunakan jasa Karel,” harap Stef Segu.***
Tinggalkan Balasan