Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Rekonsiliasi MDT dan Kodi Mete Wujud Perdamaian, Semua Korban Dirangkul dan Didoakan; Kami minta maaf

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.28229165, 0.28229165); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 85.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

TIMEXNTT – Terjawab sudah. Perdamaian kedua tokoh terpengaruh di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Markus Dairo Talu dan Kornelis Kodi Mete dilakukan dengan berbagai proses ritual adat.

Mereka melibatkan semua keluarga korban baik dari Wewewa dan Kodi. Berbagai proses ritual adat sudah dilakukan dengan ditandai dengan pemotongan dan penikaman hewan kurban.

Seluruh korban didoakan dan kedua tokoh itu juga meminta maaf atas segala bentuk peristiwa yang sudah terjadi pada beberapa tahun silam.

Rekonsiliasi inipun dinilai sebagai bentuk mengedukasi seluruh masyarakat Sumba Barat Daya bahwa dalam politik itu tidak ada lawan yang abadi.

Selain itu, bertemunya kedua bintang itu juga dinilai akan membuat kesejukan selama proses Pilkada yang berlangsung di Sumba Barat Daya, NTT.

Tentunya, semua warga masyarakat Sumba Barat Daya mengharapkan supaya proses Pilkada kali ini dapat berjalan dengan aman, tentram dan damai. Tidak ada lagi korban jiwa.

Dengan menjawab semua keluhan dan kerinduan masyarakat atas perihal itu, kedua tokoh yang berkompetisi pada perhelatan Pilkada beberapa tahun silam itu menggelar rekonsiliasi Loda Waimaringi Pada Waimalala.

Baca Juga  CATAT! Bawaslu SBD Tegaskan Pemerintah Desa dan ASN Wajib Netral Selama Proses Pilkada; Hadir kampanye tidak diijinkan

Rekonsiliasi Loda Waimaringi Pada Waimalala dilakukan di Kampung Tana Mburu, Kodi Utara

Mantan Bupati SBD, Markus Dairo Talu mendampingi istrinya, Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu yang juga calon Bupati SBD periode 2024-2029 bersama ribuan rombongan memasuki kampung Tana Mburu di Desa Kapaka Madeta, Kecamatan Kodi Utara. Mereka tiba dan disambut dengan tarian daerah kodi, Kamis(11/07/2024) kemarin.

Sebelum menginjakan kaki di halaman kampung Tana Mburu, Markus Dairo Talu dan Ratu Wulla Talu terlebih dahulu melalui berbagai prosesi adat di pintu gerbang kampung tersebut. Setelah itu mereka di ajak masuk kampung langsung menuju ke rumah adat untuk menyelesaikan ritual ada lainnya.

Selanjutnya, proses pemotongan dan penikaman hewan kurban dilakukan sesaat semua proses ritual adat telah diselesaikan dengan baik.

Dihadapan ribuan pendukunga, Markus Dairo Talu yang juga Ketua DPD Nasdem SBD itu mengatakan, perdamaian yang dilakukan dengan melalui berbagai proses adat merupakan wujud menyudahi segala bentuk peristiwa yang terjadi pada beberapa tahun silam.

Baca Juga  Kadis PUPR SBD Tidak Hafal Anggaran Tugu Alun-Alun Tambolaka

“Kita kembali bersatu. Urusan adat dalam menyelesaikan segala peristiwa itu sudah dilakukan. Kita doakan semua korban dan rangkul kembali keluarga untuk bersatu. Tidak ada lagi permusuhan dan kami juga memohon maaf atas segala yang terjadi,” ucapnya dengan penuh haru.

Untuk itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan persatuan dalam proses Pilkada.

Senada dengan ketua DPC PDIP SBD yang juga Bupati SBD, Kornelis Kodi Mete. Ia mengatakan, rekonsiliasi yang dilakukan untuk membangun daerah ke depan lebih baik lagi.

Kodi Mete juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sumba Barat Daya terkhusus keluarga korban atas peristiwa pada tahun 2013 silam.

“Saya mengajak semua masyarakat untuk menciptakan Pilkada tahun ini yang damai dan penuh persaudaraan,” ajaknya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!