Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Rencana Kadis PMD SBD Soal Pembagian Honor Kepala Desa dan Perangkat Dilakukan Setiap Bulan

Rian Marviriks Storintt.id
Terobosan ini menjadi salah satu komitmennya pasca dilantik oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla sebagai kadis PMD SBD beberapa minggu lalu.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa(PMD), Kabupaten Sumba Barat Daya, Benyamin Kaba merencanakan pembagian honor kepala desa dan perangkat dapat dilakukan setiap bulan.

Untuk diketahui, di Kabupaten Sumba Barat Daya, ada 173 desa dan 2 kelurahan yang menyebar di 11 kecamatan.

Khusus pemerintah desa, selama ini pembagian honor dilakukan setiap 6 bulan dalam setahun atau per-tahap.

Terobosan ini menjadi salah satu komitmennya pasca dilantik oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla sebagai kadis PMD SBD beberapa minggu lalu.

“Kalau memang tidak ada kendala, kepala desa bersama perangkat saya merencanakan itu dan akan diusahakan supaya bisa menerima honor setiap bulan seperti ASN,” kata Benyamin, Senin(26/01/2026) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Benyamin mengakui, bahwa salah satu kendala yang membuat kepala desa dan perangkat desa jarang aktif di kantor karena biaya hidup yang menuntut.

Baca Juga  "Semakin Menjadi", Anggaran Rp7 Juta, Kepala Desa Panenggo Ede Menutup Lobang Atap Kantor Pakai Seng Bekas

Menurut mantan Camat Wewewa Barat itu, mereka harus membagi waktu dalam mencari pekerjaan tambahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam keluarga.

Hal itu, masih kata dia, tentu dilakukan karena honor yang diharapkan baru bisa diterima pada saat pencairan tahap I atau pun tahap II.

Meski begitu, Benyamin tak memungkiri bahwa pemerintah desa wajib hukumnya menjalankan tugas negara di tingkat desa sejak dilantik tanpa alasan apa pun.

“Setiap hari mereka harus masuk kantor demi melakukan pelayanan secara efektif terhadap masyarakat. Itu adalah kewajiban mereka,” kata Benyamin.

“Tetapi, mereka mau jalankan tugas di kantor secara efektif, uang bensin tidak ada, dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga itu susah. Terus bagaimana mereka mau jalankan tugas, sementara terima honor membutuhkan waktu yang lama. Kalau dicairkan setiap bulan, maka ada jaminan untuk keluarganya, dan saya yakin mereka juga tidak akan jenuh dan banyak beban lagi. Pasti akan rajin masuk kantor,” tambahnya.

Baca Juga  Penyuluh Pertanian Wewewa Barat Sebut Kebutuhan Dapur MBG Tersedia di Petani

Untuk itu, jika perencanaan ini terlaksana tanpa kendala apa pun, Benyamin meyakini, program besutan Bupati dan Wakil Bupati dalam membangun desa akan terwujud.

Tentunya, kata dia, dalam membangun desa membutuhkan peran aktif pemerintah desa. Jadi, masih kata dia, salah satu cara untuk bisa meningkatkan pelayanan dan percepatan pembangunan tingkat desa adalah dengan menyalurkan honor setiap bulan.

“Kita pasti punya harapan yang sama. Tapi juga punya proses yang tentunya membutuhkan waktu. Tapi saya komitmen, perencanaan ini akan terwujud,” ucap Benyamin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!