Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Seorang Ibu yang Diterkam Buaya di Kali Lede Wero SBD Belum Ditemukan, Basarnas; Sarang Buaya 

Untuk diketahui, bukan hanya Albina Doki(64) yang menjadi korban. Anak kandungnya pun menjadi mangsa buaya ganas di kali Lede Wero.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Proses pencarian terhadap jasad seorang Ibu rumah tangga dari Desa Lete Konda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya kini memasuki hari ketiga. Pencarian ini terus dilakukan dengan menyisir sekitar lokasi kali Lede Wero.

Sejumlah warga berbondong-bondong melakukan pencarian dengan caranya masing-masing.

Untuk diketahui, bukan hanya Albina Doki(64) yang menjadi korban. Anak kandungnya pun menjadi mangsa buaya ganas di kali Lede Wero.

Akan tetapi, anak dari Albina Doki berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Sementara dibeberapa bagian tubuhnya ditemukan luka bekas gigitan buaya.

Baca Juga  Armin Ate, Perempuan Hebat yang Tak Berkaki dan Telapak Tangan Merindukan Perhatian Pemerintah

Tak tinggal diam, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri dan warga setempat masih berupaya mencari jasad Albina Doki.

Tim gabungan yang berjuang mencari Albina Doki yang menjadi korban pertma harus dihadapkan dengan berbagai kendala.

Mereka dihadapkan oleh musim hujan. Bukan hanya itu, tim gabungan juga mengakui bahwa lokasi di kali Lede Wero sebagai tempat sarang buaya.

“Sedikit kendala karena musim hujan, terus lokasi juga sarangnya buaya, jadi kita was-was juga”ujar Ketua Basarnas wilayah Waingapu, Sumba Timur, Apritinus kepada sejumlah wartawan, Jumat(07/02/2024).

Baca Juga  Yulius yang Diterkam Buaya di Loura SBD Telah Ditemukan, Albina Masih Dalam Pencarian

Untuk Basarnas sendiri, kata Apritinus, hari ini merupakan hari kedua dalam melakukan pencarian terhadap korban.

Berdasarkan SOP, Basarnas masih memiliki 5 hari untuk terus menemukan keberadaan Albina Doki.

Kendati punya batas waktu, Basarnas tidak menutup kemungkinan untuk menambah waktu hingga korban ditemukan. Hal itu bisa dilakukan bilamana ada permintaan dari keluarga korban.

“Untuk proses mencari kita akan terus lanjut. Walaupun sesuai SOP hanya batas 7 hari, tapi nanti kita bisa perpanjang apabila ada permintaan dari keluarga,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!