Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut

Diketahui, penyedia makanan dari program MBG ini adalah Dapur Sehat Omba Lunda yang bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Sedikitnya 36 siswa-siswi SMK Don Bosco Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur yang keracanunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis(MBG).

Diketahui, penyedia makanan dari program MBG ini adalah Dapur Sehat Omba Lunda yang bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.

Ditemui, Wakil Kepala Sekolah SMK Don Bosco, Bruder Alfridus Tena, SDB, S.Pd mengatakan, berdasarkan data yang ada, MBG menyasar 229 siswa-siswi.

Sementara, pada saat kejadian hari kemarin, 8 siswa lainnya absen dengan alasan sakit, sehingga hanya 221 siswa.

Dari 221 siswa yang konsumsi MBG tersebut, rata-rata mengalami gatal dibibir, tenggorakan gatal dan mual-mual. Namun, ada 36 orang yang dianggap cukup parah karena keracunan makanan.

“Kemarin jam 11.30 mereka makan, terus jam 12 itu kita ada Anjelus. Habis Anjelus saya lihat guru-guru sudah mondar-mandir, karena saya lihat sudah sangat ramai, ternyata sudah 2 anak muka merah, demam dan satu anak sampai ada benjol diperutnya,” kata Bruder Alfridus.

Melihat kejadian itu, ketiga anak tersebut langsung dilarikan ke Usaha Kesehatan Sekolah(UKS). Di sana, mereka diberi pertolangan pertama dengan meminum air gula.

Baca Juga  Profil Dominggus Dama Calon Bupati SBD, Ternyata Seorang Magister dari Institut Teknologi Bandung

Sayangnya, ketika sedang menangani ketiga siswa itu, tiba-tiba siswa lain yang juga konsumsi makanan MBG berdatangan ke UKS. Pihak sekolah semakin bingung karena keluhan siswa-siswi berbeda-beda.

Beberapa diantara mereka mengeluh rasa panas, dingin, gatal-gatal, mual, pusing dan bahkan ada yang meminta guru untuk bisa diselimuti.

“Setelah dicek lagi, di kelas X hanya bilang gatal-gatal dimulut, tenggorokan. Saya cek lagi beberapa kelas, sebagian juga sudah mulai pusing. Ada 36 orang cukup parah,” tambah Bruder Alfridus.

Mengingat UKS sangat terbatas, Bruder Alfridus memutuskan supaya siswa-siswi yang tidak parah supaya segera pulang dan mencari buah kelapa untuk diminum.

Akan tetapi, ia juga meminta, jika masih merasakan sakit, ia mengarahkan supaya langsung ke rumah sakit terdekaat.

Tidak lama kemudian, pihak Puskemas pun langsung berdatangan di sekolah untuk evakuasi beberapa siswa yang cukup parah untuk dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.

Dari sejumlah yang cukup parah, ada 7 orang dibawa ke Puskesmas Rada Mata, 1 orang dibawa ke RSUD Reda Bolo, 1 lagi di rumah sakit Karitas Weetebula.

“Tapi yang dibawa ke RSUD Reda Bolo dan Karitas ketika pulang rumah masih rasa gatal-gatal karena masih setengah mati, orangtuanya bawa pulang ke Karitas,” katanya lagi.

Baca Juga  Perempuan Hebat di NTT, Walau Dihujat Ratu Wulla Malah Ajak Berdamai

Menurut Bruder Alfridu, pihaknya menyambut baik program ini karena dinilai sangat baik. Apalagi, pihak Pemerintah yang menawarkan.

Dengan begitu, diyakini bahwa Pemerintah akan melayani dengan baik pula, terlebih khusus terhadap peserta didik. Sayangnya, pengelolan yang dilakukan pihak dapur malah tidak sesuai harapan.

Dengan kejadian ini, Bruder Alfridus mengaku trauma. Hal ini juga akan mejadi pertimbangan sekolah dalam melanjutkan program MBG SMK Don Bosco melalui rapat dewan guru nantinya.

Bruder Alfridus meminta suapaya dapur penyedia makanan di wilayah ini dapat dievaluasi demi menjamin kesehatan makanan dan keselamatan siswa.

Ia tidak membayangkan, jika masyarakat tidak memgetahui program MBG tersebut, tentunya pihak sekolah yang akan dikambinghitamkan.

“Perlu dievaluasi, tapi kayanya anak-anak akan trauma, kalau makanan datang lagi mereka tidak akan makan. Jujur, sebenarnya kita menyambut baik program pemerintah ini, kalau pelayanan seperti ini, kita di sekolah ini benar-benar mendidik anak-anak bangsa, bukan hewan, babi, sapi atau apa. Kita ini mempersiapkan anak-anak bangsa,” ucap Bruder Alfridus dengan tegas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!