Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Dana PIP SMA Wewewa Selatan, Kepsek Dipanggil Oleh Tipikor Polres Sumba Barat Daya

Siapa menyangka, persoalan yang menyeret nama Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Petrus Gono Ate kini memasuki babak baru.

TIMEXNTT – Soal dana PIP SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kepsek dilanggil oleh Tipikor Reskrim Polres Sumba Barat Daya, NTT beberapa hari lalu.

Ia resmi dipanggil untuk memberikan klarifikasi atas kasus dugaan pemotongan dana PIP siswa.

Untuk diketahui, dugaan pemotongan dana PIP siswa SMA Negeri Wewewa Selatan itu dilakukan pasca pencairan di Bank BNI Weetebula.

Sejumlah siswa yang menerima bantuan tersebut harus menyetor Rp100 kepada oknum guru pengelola.

Beberapa siswa angkat bicara dan membenarkan dugaan tersebut. Bahkan, oknum guru pengelola dengan inisial MDN melancarkan perbuatannya dengan mencairkan dana PIP Siswa yang sudah tamat tanpa pengetahuan siswa yang bersangkutan.

Baca Juga  Diduga Ada Pemotongan Dana PIP di SMA Negeri Wewewa Selatan, Kepsek; Dia siap ganti

Dengan adanya pengakuan itu, SMA Negeri 1 Wewewa Selatan menuai sorotan. Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo turut mengangkat bicara.

“Sedikitpun tidak boleh dipotong dengan alasan apapun karena itu hak dari penerima. Sangat tidak dibenarkan untuk alasan apapun karena PIP itu diperuntukan keluarga yang tidak mampu. Alasan pemotongan untuk apa? Tidak boleh ada potongan-potongan,” tegas Ambros kala itu.

Siapa menyangka, persoalan yang menyeret nama Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Petrus Gono Ate kini memasuki babak baru.

Petrus harus berurusan dengan hukum dalam menyelesaikan perkara tersebut. Benar saja, ia resmi dipanggil dan telah diperiksa oleh Tipikor Polres Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Parah, Enam Siswa SMA Negeri Wewewa Selatan Dibujuk Dengan Rp50 Ribu untuk Tanda Tangan Demi Pencairan PIPĀ 

Di ruang Tipikor Polres Sumba Barat Daya, Petrus dicecer sejumlah pertanyaan yang berakaitan dengan dugaan pemotongan dana PIP.

Dengan mendapat sejumlah pertanyaan, Petrus pun tampak meminta keluar karena merasa kelelahan.

Dengan pakaian dinas lengkap sambil menenteng tas hitam, dirinya melangkah menuju kantin menikmati santap siang seorang diri sekitar pukul 13:40 Wita.

Setelahnya, dirinya kembali ke ruang Tipikor untuk melanjutkan pemeriksaan hingga berakhir sekitar pukul 16:30 Wita.

Sebagai informasi tambahan, Tipikor Polres Sumba Barat Daya juga akan memanggil oknum guru MDN beberapa hari ke depan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!