Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Jalan Usaha Tani Kabali Dana Pengawasan PPK dan Dinas Pertanian SBD Dipertanyakan, Anggaran Rp300 Juta

Jalan usaha tani yang bersumber dari DAK dengan total anggaran Rp300 juta menjadi sorotan lantaran dinilai tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat.(Dokpri Rian Marviriks)

Warga yang juga memiliki lahan pertanian di sana juga mengeluhkan soal janji pembuatan deker dan tembok penahan disekitar lahan tanaman jagung mereka.

Awalnya, mereka dijanjikan deker dan tembok penahan demi mencegah tertimbunnya tanaman jagung jika tanah sirtu di badan jalan dikikis oleh air pada musim hujan.

Baca Juga  Pertarungan Merebut Empati Masyarakat, Ratu Wulla dan Dominggus Dama Bersaing Ketat

Sayangny, janji tinggal janji, hingga sekarang tidak ada pembuatan deker dan tembok penahan di titik itu.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan soal ketebalan sirtu dan padatnya jalan tersebut. Mereka menduga bahwa pekerjaan itu pun dilakukan abal-abalan karena kurangnya pengawasan yang ketat.

Baca Juga  25 Kelompok Tani Mendapat Bantuan Handtracktor Dari Pemerintah Sumba Barat Daya Melalui Pokir DPRD

Selama pekerjaan itu berlangsung, juga tidak tampak terlihat papan informasi sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Dengan tidak adanya keterbukaan informasi, pengerjaan jalan itu semaki kuat diduga bahwa ada kong kali kong pihak terkait untuk mendapatkan keuntungan yang besar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!