Soal JUT di SBD NTT Habiskan Rp300 Juta; Awal Alasan Libur, Kini PPK yang Sakit
TIMEXNTT – Keseriusan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mengawasi pekerjaan jalan usaha tani di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat patut dipertanyakan.
Bagaimana tidak, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pengawasan mereka dengan jumlah anggaran yang terbilang besar itu malah menuai keluhan.
Sebab, dua titik yang dijanjikan untuk membuat deker malah dikerjakan secara abal-abalan. Benar saja, dua deker tersebut terbuat dari pipa kemudian dilapisi tanah sirtu.
Bukan hanya deker, tembok penahan yang dijanjikan pun tidak dikerjakan. Masyarakat juga keluhkan ketebalan sirtu yang saat ini sudah terkikis air hujan.
Kendati mendapat keluhan itu, Dinas Pertanian SBD melalui Kabid PSP, Haris Matutina beberapa minggu lalu mengatakan akan segera turun melakukan monitoring untuk memastikan keluhan masyarakat tersebut.
Bahkan, disebutnya kala itu, pihaknya kemungkinan akan turun bersama Inspektorat SBD.
“Karena Senin sampai Rabu libur, paling hari Kamis atau Jumat baru kami bisa turun mungkin sama-sama dengan Inspektorat,” kata Haris yang dihubungi pekan lalu.
Namun demikian, ketika dikonfirmasi kembali, Haris hanya berkomentar singkat.
Ia menyebut pihaknya belum turun ke lokasi untuk memastikan keluhan masyarakat. Mereka batal turun lantaran PPK dikabarkan sedang terganggu kesehatan.
Haris menjanjikan dalam minggu ini akan tetap melakukan minitoring ketika PPK sembuh dari sakitnya.
“Belum turun Karena PPK ada sakit. Dalam Minggu ini,” kata Haris dengan singkat ketika kembali dikonfirmasi, pada Minggu(02/02/2025) via whatshap tadi.
Ditanya soal jenis penyakit yang dialami oleh PPK, Haris mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, PPK hanya ijin dalam group tidak masuk kantor dengan alasan sakit.
“Saya tidak tahu beliau sakit apa adik. Tapi beliau ijin digroup hari kamis tidak masuk Karena sakit,” ungkap Haris.***
Tinggalkan Balasan